Media Kampung, Lima – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Pegunungan Andes bagian tengah Peru pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, pukul 21.21 waktu setempat. Bencana ini menewaskan sedikitnya enam orang, melukai 21 lainnya, dan berdampak pada lebih dari 300 warga.

Pusat gempa berada di Distrik Chongos Bajo, Provinsi Chupaca, sekitar 320 kilometer di timur ibu kota Lima. Gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,7 turut dirasakan di wilayah yang sama.

Baca juga:

Kepala Institut Pertahanan Sipil Nasional Peru, Luis Vasquez, menyatakan bahwa laporan awal menunjukkan sedikitnya 48 rumah hancur dan 18 lainnya mengalami kerusakan parah. Operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar segera digelar oleh Kepolisian Nasional Peru, dibantu oleh lebih dari 250 personel dari berbagai layanan darurat, termasuk tim medis, unit anjing pelacak, dan pemadam kebakaran.

Baca juga:

Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak. Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan Peru turut mengerahkan personel dan logistik tambahan untuk memperkuat penanganan darurat.

Baca juga:

Tim penyelamat terus membersihkan puing-puing dan mencari kemungkinan korban yang masih tertimbun reruntuhan. Pemerintah setempat menyatakan akan terus memantau situasi dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan selama masa tanggap darurat.