Media Kampung – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan seorang warga meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6). Korban jiwa ditemukan di Kabupaten Sigi, wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Berdasarkan data BNPB yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 272 jiwa atau 89 kepala keluarga terdampak gempa. Selain satu korban meninggal, terdapat 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga luka berat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan laporan tersebut di Jakarta. “Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Dampak signifikan juga terjadi di Kabupaten Parigi Moutong dengan 40 jiwa terdampak atau 21 KK. Sementara itu, di Kota Palu tercatat dua warga luka ringan, dan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka.

Pendataan BNPB menemukan sedikitnya 67 rumah terdampak gempa. Rinciannya, 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Sigi dengan 47 rumah terdampak, meliputi 23 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak berat.

Di Kabupaten Sigi juga tercatat enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengalami kerusakan. Di Kabupaten Poso, lima rumah terdampak dengan tiga di antaranya rusak ringan. Kabupaten Parigi Moutong mencatat 15 rumah terdampak.

Sementara itu, di Kota Palu dilaporkan terjadi keretakan di Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha terdampak. Tim BNPB masih terus melakukan pendataan dan penanganan darurat di lokasi bencana.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.