Media Kampung – Sebuah studi baru dari University College London (UCL) menemukan bahwa golongan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi obesitas dan diabetes tipe 2, yaitu GLP-1 receptor agonists, berpotensi menjadi pilihan pengobatan baru untuk gangguan makan berlebihan atau binge eating disorder.
Gangguan makan berlebihan adalah salah satu gangguan makan yang paling umum di dunia, namun masih jarang dipahami. Penderita kondisi ini secara berulang mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat besar dalam waktu singkat dan merasa tidak mampu menghentikan atau mengendalikan makan mereka. Setelahnya, mereka sering mengalami rasa bersalah, malu, sedih, atau tertekan. Berbeda dengan gangguan makan lainnya, pesta makan biasanya tidak diikuti dengan perilaku muntah atau olahraga berlebihan.
Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, kesehatan mental, hubungan sosial, dan kualitas hidup secara serius. Gangguan makan berlebihan juga dikaitkan dengan obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, kecemasan, dan depresi. Meskipun memengaruhi lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia, pilihan pengobatan masih terbatas dan belum ada obat yang disetujui secara resmi khusus untuk gangguan ini.
Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis
Tim peneliti UCL melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis dengan menggabungkan hasil dari 25 uji coba terkontrol secara acak yang dilakukan di 12 negara di empat benua. Secara keseluruhan, studi tersebut melibatkan 8.069 partisipan, menjadikannya tinjauan terbesar yang pernah dilakukan untuk meneliti obat-obatan ini dan gejala makan berlebihan.
Setelah menggabungkan semua bukti yang tersedia, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi obat GLP-1 umumnya mengalami lebih sedikit episode makan berlebihan, lebih sedikit makan emosional, dan lebih sedikit episode merasa kehilangan kendali terhadap makanan. Perbaikan ini tampaknya melampaui penurunan berat badan saja.
Mekanisme Kerja Obat
Obat-obatan ini, termasuk semaglutide, tirzepatide, dan liraglutide, telah dikenal luas karena membantu banyak orang menurunkan berat badan dengan mengurangi nafsu makan dan membuat mereka merasa kenyang lebih lama. Obat ini juga meningkatkan kontrol gula darah.
Para ilmuwan menduga efek yang sama juga dapat membantu mereka yang berjuang dengan gangguan makan berlebihan. Obat ini mungkin memengaruhi area otak yang terlibat dalam rasa lapar, penghargaan (reward), keinginan mengidam (cravings), dan kontrol impuls, sekaligus memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang.
Temuan ini memberikan harapan baru bagi jutaan orang yang mengalami gangguan makan berlebihan. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan jangka panjang obat-obatan ini sebagai terapi khusus untuk kondisi tersebut.














Tinggalkan Balasan