Media Kampung, Apple (AAPL.O) kembali merebut posisi sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, menggeser raksasa kecerdasan buatan (AI) Nvidia (NVDA.O) pada Jumat, 18 Juli 2026. Kapitalisasi pasar Apple tercatat sebesar USD 4,88 triliun, sementara Nvidia turun menjadi sekitar USD 4,86 triliun setelah harga sahamnya melemah 3,5%.
Pergeseran ini menandai perubahan sentimen investor terhadap prospek industri AI. Sebelumnya, Apple dianggap tertinggal dalam perlombaan AI karena tidak banyak menggelontorkan dana untuk mengembangkan model AI. Namun, pandangan itu kini berubah.
Faktor Pendorong Kenaikan Apple
Kepala Investasi BRI Wealth Management, Toni Meadows, mengatakan bahwa Apple memiliki eksposur yang lebih rendah terhadap belanja modal (capex) yang besar. “Apple berada pada posisi yang lebih baik untuk memonetisasi AI melalui layanan, ekosistem yang kuat, serta peningkatan perangkat keras,” ujarnya.
Penilaian ulang terhadap saham Apple juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan kinerja laba perusahaan, bukan sekadar prospek spekulatif AI. Selain itu, data pribadi yang tersimpan di setiap iPhone dinilai sebagai “tambang emas” AI yang dapat membuat asisten virtual Siri lebih relevan. Tantangannya, Apple harus memanfaatkan data tersebut tanpa mengorbankan privasi pengguna.
Dampak bagi Masa Depan Apple
Pencapaian ini turut memengaruhi cara pasar menilai bulan-bulan terakhir Tim Cook sebagai CEO Apple. Cook dijadwalkan menyerahkan jabatannya kepada Kepala Divisi Perangkat Keras Apple, John Ternus, pada September mendatang.
Pada Juni lalu, Apple meluncurkan pembaruan besar Siri yang sempat lama tertunda, guna mengejar ketertinggalan dari para raksasa teknologi maupun startup baru dalam persaingan AI. Langkah ini dinilai sebagai upaya Apple memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri AI.





















Tinggalkan Balasan