Media Kampung, Tasikmalaya — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memprediksi sebagian besar wilayah di provinsi tersebut akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi klimatologi normal pada tahun 2026. Selain lebih kering, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang di 81 persen wilayah Jawa Barat.
Menurut BMKG, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan akan mencakup sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat. Wilayah yang diperkirakan mengalami kondisi paling kering antara lain Sukabumi, Karawang, Indramayu, dan Kota Tasikmalaya.
Dampak kemarau panjang sudah mulai terlihat di sejumlah daerah. Di Kampung Ciwasmandi, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, petani memeriksa pipa air di lahan sawah irigasi anak Sungai Cimulu yang mengering. Kondisi ini mengancam produktivitas pertanian dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah antisipasi, seperti pengelolaan air yang efisien, penyediaan cadangan air, dan penyesuaian pola tanam bagi petani. Informasi lebih lanjut mengenai prakiraan cuaca dan iklim dapat diakses melalui situs resmi BMKG.





















Tinggalkan Balasan