Media Kampung, Jakarta — Mike Maignan menjadi salah satu kunci keberhasilan tim nasional Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia 2026. Kiper AC Milan berusia 31 tahun itu tampil konsisten sepanjang turnamen dengan catatan hanya kebobolan dua gol dan mencatatkan empat clean sheet.
Maignan, yang dijuluki “Magic Mike”, sukses mengisi posisi yang ditinggalkan Hugo Lloris setelah pensiun dari tim nasional pada 2023. Ia membantu Prancis mencapai semifinal Euro 2024 dan kini kembali membawa Les Bleus ke empat besar Piala Dunia 2026.
Perjalanan Karier
Lahir di Cayenne, Guyana Prancis, Maignan dibesarkan oleh ibunya, Yolène Maignan, di Villiers-le-Bel, pinggiran utara Paris. Ia memulai karier di akademi Paris Saint-Germain sebelum pindah ke Lille dan kemudian AC Milan. Bersama Milan, ia memenangkan Serie A pada musim pertamanya dan dinobatkan sebagai kiper terbaik liga.
Dalam sebuah wawancara, Maignan mengungkapkan perjuangan ibunya yang bekerja keras untuk membesarkannya dan saudara-saudaranya. Kini, ia telah membelikan ibunya sebuah rumah dan menyebut keberhasilan membantu ibunya sebagai kebanggaan terbesarnya.
Performa di Piala Dunia 2026
Sepanjang Piala Dunia 2026, Maignan mencatat 11 penyelamatan, unggul satu dari kiper Spanyol Unai Simon yang mencatat 10 penyelamatan. Ia juga tampil gemilang di fase gugur dengan tiga pertandingan tanpa kebobolan, termasuk saat mengalahkan Norwegia di fase grup berkat penyelamatan penalti penting.
Kiper Brasil Alisson Becker memberikan pujian tinggi kepada Maignan. “Dia kuat secara fisik, cepat, dan memiliki teknik yang bersih. Dia salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Alisson.
Peran di Semifinal
Pada laga semifinal melawan Spanyol, Maignan menjadi starter di bawah mistar gawang Prancis. Ia didukung lini belakang yang solid bersama Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, dan Lucas Digne. Pertandingan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, pada 15 Juli 2026.
Dengan pengalaman dan ketenangannya, Maignan diharapkan kembali menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus lawan. Keputusannya yang cepat dan posisi yang tepat menjadi modal utama Prancis dalam merebut tiket ke final.























Tinggalkan Balasan