Media Kampung, Tanjungbalai — Pemerintah Kota Tanjungbalai melalui Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (PPP) menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di seluruh enam kecamatan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengendalikan harga kebutuhan pokok. Kegiatan ini berlangsung setiap hari secara bergilir dan dijadwalkan berlangsung hingga dua pekan ke depan.

Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, saat meninjau pelaksanaan GPM di Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Jumat (10/7/2026), menyatakan bahwa program ini merupakan respons terhadap informasi kelangkaan beras dan tingginya harga di pasaran. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan monitoring ke Gudang Bulog untuk memastikan stok dan harga beras tetap aman.

Komoditas dan Harga

Dalam GPM, pemerintah menyediakan dua komoditas utama: beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000 per kemasan dan telur ayam seharga Rp48.000 per papan. Harga ini lebih rendah dibandingkan harga pasar, di mana beras 5 kilogram mencapai Rp63.000.

Antusiasme Warga

Seorang warga, Nisa, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah. Ia berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan setiap minggu. Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota Tanjungbalai, Muslim, mengatakan setiap pelaksanaan GPM menyediakan sekitar dua ton beras SPHP dan 100 papan telur. Tingginya antusiasme sering membuat stok tidak mencukupi, sehingga pasokan ditambah.

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap mitra Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog di Kota Tanjungbalai agar distribusi beras dari Bulog berjalan lebih baik. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.