Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Jember merespons aduan masyarakat tentang kenaikan harga kebutuhan pokok dengan menggelar pasar murah di Kecamatan Semboro. Langkah ini diambil setelah warga menyampaikan keluhan melalui kanal pengaduan Wadul Guse.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, menyatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. “Dengan cara ini warga bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah sekaligus membantu daya beli masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Pasar murah yang digelar pada Kamis (25/6/2026) itu menyediakan sejumlah komoditas di bawah harga pasar. Cabai rawit dijual Rp20 ribu per kilogram dari harga pasar sekitar Rp50 ribu. Bawang putih Rp21 ribu per kilogram dari harga pasar sekitar Rp35 ribu, serta minyak goreng Rp15.500 per liter dari harga pasar sekitar Rp18 ribu. Kegiatan ini melibatkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan, Bulog, serta PG Semboro.

Ratno menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok. Jika ditemukan kenaikan harga yang membebani masyarakat, Pemkab Jember akan kembali melakukan intervensi melalui operasi pasar atau pasar murah. “Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Ketika ada wilayah yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, pemerintah akan hadir memberikan solusi,” katanya.

Salah seorang warga Desa Semboro, Ajeng, mengaku bersyukur karena aduannya melalui Wadul Guse mendapat respons cepat. Menurutnya, pasar murah sangat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemkab Jember berharap mekanisme pengaduan ini dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.