Media Kampung, SurabayaKoperasi dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan. Hal ini menjadi pesan utama dalam Dialog Kita Indonesia Pro 4 RRI Surabaya yang digelar Jumat, 10 Juli 2026, dengan menghadirkan Ketua Pengurus Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita (SBW) Jawa Timur, Dra. Chandra Fatmawati.

Menurut Chandra, koperasi saat ini tidak lagi sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan wadah bagi masyarakat yang memiliki kepentingan ekonomi yang sama untuk tumbuh bersama. Kekuatan utama koperasi terletak pada partisipasi aktif anggota dan kepercayaan yang dibangun secara berkelanjutan.

“Koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam uang, tetapi wadah orang-orang yang mempunyai kepentingan ekonomi yang sama dan ingin tumbuh secara bersama-sama,” ujar Chandra.

Koperasi Konsumen Setia Bhakti Wanita yang berdiri pada 30 Mei 1978 dengan modal awal Rp300 ribu dan 35 anggota kini telah berkembang memiliki lebih dari 10 ribu anggota perempuan di Jawa Timur. Keberhasilan itu tidak lepas dari penerapan sistem tanggung renteng yang menanamkan nilai gotong royong, kedisiplinan, tanggung jawab, dan saling percaya.

“Kepercayaan adalah modal yang paling utama. Karena percaya, anggota mau berpartisipasi, dan dari partisipasi itulah koperasi bisa tumbuh,” katanya.

Menghadapi era digital, Chandra menegaskan koperasi tidak boleh menolak perubahan. SBW telah mengembangkan berbagai layanan digital, mulai dari aplikasi belanja daring bagi anggota hingga mekanisme pertemuan dan pembayaran virtual. “Digitalisasi tidak bisa kita hadapi dengan menolak. Justru kita harus ikut masuk dan beradaptasi agar koperasi tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Selain teknologi, SBW juga memperkuat peran sosial melalui penyaluran dana pendidikan, beasiswa, bantuan sosial, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurut Chandra, koperasi yang sehat tidak hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan anggota dan manfaat bagi masyarakat.

Chandra mengajak masyarakat memandang koperasi sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan yang terus berkembang. Selama mampu menjaga kepercayaan, meningkatkan partisipasi anggota, dan beradaptasi dengan perubahan, koperasi akan tetap menjadi pilar ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.