Media Kampung, Surabaya — Wakil Ketua III Baznas Provinsi Jawa Timur, K.H. Muhammad Zaki, menekankan pentingnya Orientasi Illahiyat—menyandarkan segala niat dan perbuatan kepada Allah SWT—sebagai kunci merubah nasib. Hal ini disampaikan dalam program siaran Cahaya Pagi PRO 4 RRI Surabaya pada Minggu, 12 Juli 2026.

Menurut Kyai Zaki, manusia telah dibekali kekuatan besar oleh Allah untuk mengendalikan pikiran dan menentukan arah hidup. Namun, perubahan nasib yang hakiki hanya dapat terwujud jika ikhtiar didasari oleh kesadaran beragama. “Perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, banyak bersyukur atas nikmat dari Allah. Apa yang sudah Allah kasih itu adalah anugerah yang patut kita syukuri,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap manusia yang hidup di dunia adalah sosok terpilih yang diciptakan dengan potensi terbaik. Kunci utama untuk bangkit dan merubah nasib terletak pada cara mengelola pikiran. “Nasib kita, tergantung cara berpikir kita terhadap sesuatu,” kata Kyai Zaki.

Untuk mencapai perubahan nasib yang berkah, Kyai Zaki membagikan dua poin penting: pertama, melakukan ikhtiar nyata melalui aksi dan kerja keras; kedua, menjadikan agama sebagai fondasi yang memberikan semangat. Menurutnya, esensi orang beragama bukan sekadar eksis secara fisik, melainkan selalu bergerak dan memancarkan energi positif. “Orang yang beragama maka kita bukan hanya hidup, tapi bergerak dan berpikir positif. Jika itu dilakukan, maka Allah akan menempelkan malaikat dalam tubuh kita untuk memberikan kenikmatan,” jelasnya.

Mengakhiri tausiyahnya, Kyai Zaki mengajak pendengar untuk merefleksikan cara beragama selama ini. Perubahan besar dalam hidup harus dimulai dari transformasi spiritual yang disadari sepenuhnya. “Kita harus ubah cara beragama kita, dimulai dari sebuah kesadaran. Kesadaran inilah yang nantinya akan membuat kita dikuatkan oleh Allah SWT,” tutupnya.