Media Kampung, SidoarjoLumpur Lapindo kembali merembes keluar dari tanggul penahan di titik 10-D, Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rembesan air bercampur lumpur itu muncul di sisi tanggul yang berada tak jauh dari Jalan Raya Porong dan jalur rel kereta api.

Fenomena ini menarik perhatian warga karena disebut baru pertama kali terjadi lagi dalam beberapa tahun terakhir. Warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Niko Febrian, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Rumahnya yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari tanggul membuatnya cemas jika rembesan semakin meluas.

“Kami tentu khawatir karena rumah kami dekat dengan tanggul. Selama ini kondisinya relatif aman, tetapi sekarang muncul rembesan lagi. Kami berharap segera ditangani agar tidak semakin parah dan tidak membahayakan warga maupun pengguna jalan,” ujar Niko, Sabtu (11/7/2026).

Petugas Pelaksana Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), Fahmi Zamroni, menjelaskan rembesan terjadi akibat penurunan muka tanah di sekitar titik 10-D sehingga air lumpur keluar melalui celah di kaki tanggul. “Rembesan ini dipicu adanya penurunan muka tanah di area tanggul. Selain itu, kondisi semakin berpengaruh karena volume pembuangan lumpur ke Sungai Porong berkurang sebagai dampak efisiensi anggaran pemerintah,” kata Fahmi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PPLS telah mengerahkan empat unit alat berat di lokasi. Alat berat digunakan untuk mengalihkan lumpur ke area lain sekaligus memperkuat penanganan agar rembesan tidak semakin meluas. Fahmi memastikan petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan secara intensif mengingat lokasi rembesan berada di dekat jalan nasional dan jalur rel kereta api yang menjadi akses transportasi vital di kawasan Porong.