Media Kampung, Sejumlah serangan udara tak diklaim menghantam Iran pada Kamis (10/7/2026), setelah Amerika Serikat menyatakan telah menyelesaikan putaran serangannya. Serangan itu terjadi saat Iran bersiap memakamkan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Lokasi yang terkena serangan meliputi Provinsi Bushehr dan Sistan-Baluchestan, serta kota Ahvaz dan Chabahar. Iran belum secara langsung menuding pihak mana pun, meskipun seorang anggota parlemen mengeluarkan peringatan kepada Uni Emirat Arab (UEA) terkait dugaan dukungan terhadap kampanye militer AS.

Serangan ini memicu pertanyaan mengenai aktor di baliknya. Sebelumnya, dalam perang Iran, serangan tak diklaim serupa pernah terjadi, dan kemudian terungkap bahwa Arab Saudi serta UEA melancarkan serangan udara setelah Teheran menyerang instalasi energi di negara mereka.

Israel, yang ikut serta dalam perang melawan Iran, juga tidak mengklaim serangan terbaru ini. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan perang dengan Iran “belum berakhir”.

Sebelumnya, Komando Pusat AS mengatakan telah menyelesaikan serangan yang menargetkan sekitar 90 sasaran pada pukul 06.30 waktu setempat. Namun, tak lama setelah itu, ledakan kembali dilaporkan di Iran. Komando Pusat tidak menanggapi permintaan komentar terkait serangan tambahan tersebut.

Iran membalas serangan AS dengan meluncurkan rudal ke Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Qatar. Satu orang dilaporkan terluka di Kuwait akibat serangan tersebut. Para pemimpin negara Teluk mengadakan pertemuan darurat, sementara mediator seperti Qatar dan Pakistan terus berupaya melanjutkan perundingan teknis antara AS dan Iran.

Di tengah ketegangan, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata “berakhir”, namun membiarkan negosiasi berlanjut. Pejabat AS menegaskan komitmen untuk terus berdialog dengan Teheran.