Media Kampung, Denpasar — Bali Future Lab 2026 menggelar diskusi panel yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri, startup, dan praktisi teknologi untuk membahas masa depan pariwisata Bali di tengah kemajuan kecerdasan buatan (AI). Forum kolaboratif ini menekankan pentingnya inovasi digital dan prinsip keberlanjutan dalam menjaga Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Ketua Bali Future Lab 2026 Silvia Ratna mengatakan, kemajuan AI telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pariwisata. Menurutnya, teknologi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam, budaya, dan kualitas hidup masyarakat Bali. “Karena pelancong kini datang berbasis AI, industri pariwisata juga harus mampu beradaptasi,” ujarnya di Denpasar, Kamis (9/7/2026).
Silvia berharap forum ini tidak hanya menghasilkan ide, tetapi juga solusi nyata bagi tantangan pariwisata, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengisi masa depan sektor ini.
Salah satu isu yang mengemuka adalah maraknya vila ilegal atau vila bodong. Ketua Umum BVA DPD Bali Dr. H. Ismoyo Sumarlan menuturkan, kecanggihan AI dapat membantu melacak keberadaan vila tanpa izin melalui media sosial dan Google Maps. “Vila bodong sangat merugikan karena tidak membayar pajak dan tidak memberikan kontribusi kepada daerah,” tegasnya.
Bali Future Lab 2026 juga menyelenggarakan Hackathon, kompetisi inovasi untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi guna menjawab tantangan industri pariwisata.





















Tinggalkan Balasan