Media Kampung, Takengon — Polemik kembali mencuat dalam sistem penerimaan siswa baru tingkat SMA di Kabupaten Aceh Tengah. Sejumlah orang tua dan masyarakat mempertanyakan keadilan sistem zonasi yang diterapkan oleh pihak sekolah.
Fenomena yang terjadi, siswa yang berada di luar zonasi justru berhasil diterima di sekolah tujuan. Sebaliknya, siswa yang berada dalam zonasi malah tidak lulus seleksi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar dari seorang orangtua calon siswa yang enggan disebut namanya kepada RRI.
“Dari mana kriteria penerimaan tersebut ditentukan? Apakah ada faktor lain selain zonasi yang menjadi penentu kelulusan?” katanya.
Masyarakat berharap pihak berwenang, khususnya Dinas Pendidikan, dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme seleksi. Transparansi kriteria sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kecurigaan dan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.
Menurut orangtua tersebut, sistem zonasi sejatinya dirancang untuk memberikan kesempatan yang adil bagi siswa di wilayah terdekat, sekaligus pemerataan akses pendidikan. Namun, jika pelaksanaannya tidak konsisten, maka tujuan utama sistem ini bisa kehilangan makna.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tengah, Muslim Ibrahim, ketika dikonfirmasi RRI mengaku sedang rapat dan tidak membahas lebih lanjut atas keluhan yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp.





















Tinggalkan Balasan