Media Kampung, Jakarta — Dua peristiwa penting mewarnai pemberitaan ekonomi pada Rabu (8/7): gugurnya petugas Bea Cukai saat bertugas di perairan Siak, Riau, dan pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali menyentuh level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.
Insiden tragis menimpa Aditya Waskita Jauhari, petugas Bea Cukai Pekanbaru, yang meninggal saat menjalankan pengawasan pemuatan ekspor Palm Kernel Shell di perairan Tanjung Buton, Siak, Riau, Senin (6/7) dini hari. Kecelakaan terjadi akibat terbaliknya kapal pompong yang ditumpangi tim karena arus deras. Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjaga integritas sistem ekspor Indonesia.
Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali tertekan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,13 persen atau 24 poin ke posisi 18.004 per dolar AS pada pukul 11.50 WIB, setelah sebelumnya ditutup di level 17.980. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di kisaran 17.980 hingga 18.011 per dolar AS. Secara year-to-date, rupiah tercatat melemah sekitar 7,94 persen.
Level 18.000 menjadi ambang psikologis yang krusial bagi pelaku pasar dan dapat memengaruhi sentimen investasi terhadap aset domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah melakukan intervensi di pasar valas dan menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal pada Juni lalu, namun tekanan global dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik masih membayangi.























Tinggalkan Balasan