Media Kampung, Malang — Perum Jasa Tirta I (PJT I) menargetkan 1.000 peserta dalam ajang Selorejo Run Challenge 2026 yang digelar di kawasan Bendungan Selorejo, Kabupaten Malang. Event trail run ini diharapkan menjadi pengungkit sport tourism sekaligus mengenalkan pentingnya pengelolaan sumber daya air.

Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I, Ivania Aestrianingsih, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya mengajak peserta berolahraga, tetapi juga memperlihatkan kondisi Bendungan Selorejo beserta perannya dalam menjaga ketersediaan air. “Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan bagaimana pengelolaan sumber daya air di Bendungan Selorejo, kondisi sungai, hingga pemanfaatan air yang ada di sana,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Ivania, Bendungan Selorejo memiliki peran strategis karena memasok air bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan sedimentasi akibat alih fungsi lahan di daerah hulu menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan waduk. “Kalau hulunya beralih fungsi, laju erosi meningkat sehingga sedimentasi di waduk bertambah. Akibatnya kapasitas tampung air menurun. Padahal air dari Selorejo dibutuhkan untuk PLTA maupun masyarakat,” katanya.

PJT I juga berharap penyelenggaraan event olahraga di kawasan wisata Selorejo mampu meningkatkan jumlah kunjungan. Setelah sebelumnya menggelar kegiatan bersepeda dan lari untuk kalangan internal, tahun ini Selorejo Run dibuka untuk masyarakat umum. “Harapannya kalau dalam setahun ada beberapa event, kunjungan wisata ke Selorejo bisa terus meningkat,” kata Ivania.

Sementara itu, perwakilan penyelenggara, Yan Christanto, menjelaskan lomba akan mempertandingkan kategori 8 kilometer dan 17 kilometer dengan sistem pencatatan waktu digital. Panitia menargetkan total 1.000 peserta atau masing-masing sekitar 500 pelari di setiap kategori. Hingga saat ini, pendaftaran telah mencapai sekitar 60 persen dari target. “Kami terbuka untuk seluruh komunitas lari dari berbagai daerah di Indonesia. Harapannya peserta datang bersama keluarga sehingga kawasan Selorejo juga ikut menikmati dampak sport tourism,” ujar Yan.

Dari sisi keselamatan, panitia menyiapkan jalur yang dapat diakses kendaraan evakuasi, tiga pos medis, beberapa water station, serta mewajibkan peserta membawa surat keterangan sehat sebelum mengikuti lomba.