Media Kampung, Malang — Perilaku menantang pada anak dengan spektrum autisme, seperti melukai diri sendiri atau merusak lingkungan, tidak pernah muncul tanpa penyebab. Psikolog Sri Retno Yullani, Kepala SLB Autisme River Kids, menegaskan bahwa pendekatan yang tepat adalah memahami faktor pemicu, bukan memberikan hukuman.

“Perilaku menantang tidak pernah muncul secara tiba-tiba tanpa adanya penyebab yang mendasari,” kata Sri Retno dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026). Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan anak memiliki pola yang bisa diamati sebelum, saat, dan setelah perilaku muncul.

Baca juga:

Menurut Sri Retno, anak dengan autisme sering kesulitan menyampaikan keinginan atau ketidaknyamanan melalui komunikasi verbal. Perilaku menantang bisa menjadi cara mereka menyampaikan pesan ketika cara lain gagal. Lingkungan yang kurang memahami kebutuhan anak juga memperbesar risiko munculnya perilaku tersebut.

Baca juga:

“Pendekatan yang mengutamakan pemahaman penyebab perilaku jauh lebih efektif dibandingkan memberikan hukuman tanpa mengetahui akar permasalahan,” imbuhnya.

Baca juga:

Ia mendorong orang tua, guru, terapis, dan tenaga profesional untuk berkolaborasi dalam mengamati dan memahami perilaku anak secara objektif. Dengan begitu, strategi pendampingan dapat disusun secara konsisten dan perkembangan anak berlangsung lebih optimal di berbagai lingkungan.