Media Kampung, Batam — Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengenal budaya Melayu sebagai identitas daerah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai luhurnya dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan ini disampaikan dalam pembukaan Kenduri Seni Melayu Kota Batam yang digelar Jumat, 3 Juli 2026, di Dataran Engku Puteri.

Ketua Umum LAM Kepulauan Riau Kota Batam, Dato Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhammad Amin, mengatakan pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui pertunjukan seni semata. Menurutnya, nilai-nilai seperti saling menghormati, menjaga silaturahmi, dan berbuat baik merupakan warisan budaya yang perlu terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai kemajuan suatu daerah harus diimbangi dengan pembangunan karakter masyarakat. Karena itu, generasi muda diharapkan memahami dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Melayu. “Teruslah berbuat baik dan menabur budi, semoga silaturahmi kita tetap terjaga,” ujar Raja Muhammad Amin.

Menurutnya, semangat menjaga hubungan baik antarsesama menjadi modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai tersebut juga menjadi salah satu ajaran yang terus diwariskan dalam budaya Melayu sebagai pedoman berinteraksi di tengah keberagaman.

Raja Muhammad Amin mengatakan Kenduri Seni Melayu menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya, masyarakat diharapkan semakin memahami makna yang terkandung dalam tradisi Melayu.

Selain melestarikan budaya, ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Batam sebagai rumah bersama yang dibangun atas semangat persaudaraan tanpa membedakan suku maupun latar belakang. “Terima kasih kepada masyarakat Batam, masyarakat Melayu dan masyarakat bukan Melayu, mari sama-sama kita jadikan Batam ini kampung kita,” kata Raja Muhammad Amin.

Ia berharap semangat kebersamaan dan nilai-nilai budaya Melayu terus tumbuh sehingga Kenduri Seni Melayu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat persatuan di Kota Batam.