Media Kampung, Nama Vicky Prasetyo kembali menjadi sorotan setelah seorang wanita bernama Fangfang muncul ke publik dan mengaku sebagai istri sirinya. Fangfang yang tengah hamil 9 bulan mengklaim telah ditelantarkan oleh Vicky selama masa kehamilannya hingga menjelang persalinan.
Kuasa hukum Fangfang, Vino, menyatakan bahwa kliennya saat ini dalam kondisi sulit secara ekonomi dan psikis. Fangfang harus berjuang sendiri mencukupi kebutuhan sehari-hari karena kesulitan menghubungi Vicky selama berbulan-bulan.
“Klien saya ini diterlantarkan dalam kondisi hamil sembilan bulan dan ini sudah pembukaan satu. Untuk makan saja dia susah. Dia selalu menghubungi VP untuk meminta nafkah, dari biaya makan sampai persalinan, tapi VP sangat sulit dihubungi,” ujar Vino, dikutip dari YouTube Cumicumi.
Fangfang menceritakan awal perkenalannya dengan Vicky terjadi pada 2025 silam. Vicky menghubunginya melalui Direct Message (DM) Instagram karena sedang ada pekerjaan di Pati, Jawa Tengah. Komunikasi mereka berlanjut ke WhatsApp hingga akhirnya memutuskan menjalin hubungan serius setelah Vicky menunjukkan niat baik untuk bertanggung jawab atas kehamilan Fangfang.
“Proses perkenalan awalnya memang by DM di Instagram, terus lanjut ke WhatsApp, terus akhirnya ketemu. Dia sering ke Pati dan ngabarin, ‘Saya lagi di Pati, ketemu yuk’. Saya sempat takut karena track record-nya, tapi karena dia menunjukkan niat baik dan menjanjikan hal-hal yang tidak saya dapat di pernikahan pertama, akhirnya saya menerima,” ungkap Fangfang.
Fangfang mengungkapkan bahwa Vicky sempat mengakui anak tersebut sebagai darah dagingnya. Keduanya kemudian menikah secara siri pada 24 Februari 2026. Fangfang memiliki tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan Vicky secara terang-terangan menyebut janin itu anaknya.
“Dia bilang ‘Nggak (ilfeel) lah, kamu kan hamil anak aku’. Jadi memang di awal dia tahu kalau ini anaknya. Pas nikah siri ada saksi dari keluarga saya dan asisten dia (Vicky). Tapi setelah hamil, saya seperti ditinggalkan. Untuk nafkah saya harus mengemis, minta uang Rp500 ribu buat makan saja harus minta-minta dan sering ditunda,” jelas Fangfang.





















Tinggalkan Balasan