Media Kampung – Pada tanggal 12 April 2024, rumah milik Anisa Rahma, mantan anggota grup musik Cherrybelle, terbakar hebat di kawasan RW 06, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Kebakaran rumah Anisa menewaskan sebagian interior dan menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Ketua RW setempat, Budi Santoso, menyatakan bahwa penyebab kebakaran berawal dari upaya warga mengusir lalat dengan menyalakan korek api di dapur kecil. Menurutnya, percikan api tersebut langsung menyambar bahan mudah terbakar di sekitar kompor.
Budi menambahkan bahwa ia menemukan sisa korek api yang masih menyala ketika petugas pemadam kebakaran tiba. “Kami menemukan titik api di sudut dapur, tepat di dekat tempat penyimpanan minyak goreng,” ujarnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta Timur mengonfirmasi bahwa api menyebar dengan cepat karena adanya minyak goreng yang tumpah. Mereka mencatat waktu respon pertama adalah pukul 19.45 WIB.
Menurut laporan resmi Damkar, suhu di dalam rumah mencapai lebih dari 500 derajat Celsius dalam tiga menit pertama. Kondisi ini memperparah kerusakan pada dinding, plafon, dan perabotan.
Anisa Rahma sempat melarikan diri bersama dua anaknya melalui pintu belakang yang masih utuh. Mereka hanya mengalami luka bakar ringan pada lengan kanan dan pernapasan teriritasi.
Tim medis di RS Cawang memberikan perawatan pertama dan menyatakan korban dalam kondisi stabil. Anisa dipindahkan ke ruang isolasi untuk observasi lebih lanjut.
Warga sekitar, termasuk tetangga Pak Agus, membantu memadamkan api dengan ember berisi air sebelum petugas datang. “Kami berusaha menekan api, namun api terlalu besar,” katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB, tim forensik kebakaran melakukan penyelidikan di lokasi. Mereka mengumpulkan bukti berupa sisa korek, minyak goreng, dan rekaman CCTV lingkungan.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pada pukul 19.30 WIB, seorang penghuni rumah menyalakan korek untuk mengusir lalat yang hinggap di meja makan. Api tampak menyala pada ujung korek sebelum dipadamkan.
Ketua RW Budi menegaskan bahwa tindakan mengusir lalat dengan korek sangat berbahaya dan melanggar protokol keselamatan. Ia mengimbau warga untuk menggunakan obat nyamuk elektrik atau jaring nyamuk.
Pemerintah Kota Jakarta mengumumkan program edukasi keselamatan kebakaran bagi warga RW 06. Program ini mencakup pelatihan penggunaan alat pemadam kebakaran portable dan penanganan darurat.
Selain kerusakan struktural, kebakaran menyebabkan hilangnya koleksi pribadi Anisa, termasuk foto-foto grup Cherrybelle dan kostum pertunjukan. Semua barang tersebut terbakar habis.
Pengacara pribadi Anisa, Rina Wijaya, menyatakan akan menuntut pihak yang dianggap lalai dalam pengawasan kebersihan rumah. Namun ia menambahkan fokus utama saat ini adalah pemulihan keluarga.
Di media sosial, banyak netizen yang menyampaikan dukungan moral kepada Anisa dan keluarganya. Hashtag #DoaUntukAnisa menjadi trending di Twitter Indonesia selama beberapa jam.
Komunitas Cherrybelle pun mengirimkan video dukungan melalui akun resmi grup. “Kami berdoa agar Anisa cepat pulih dan rumahnya dapat dibangun kembali,” ujar anggota grup.
Saat ini, rumah Anisa masih dalam tahap pemulihan dan pembersihan oleh tim Dinas Pemukiman. Dinding dan lantai akan diganti, sementara perabotan yang selamat akan dipindahkan ke rumah sementara.
Kondisi Anisa dan anak-anaknya dipantau secara rutin oleh tim medis, dan mereka diperkirakan akan kembali ke rumah baru dalam waktu dua minggu ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan