Media Kampung, Pemerintah Kota Surabaya memastikan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Semester I Tahun 2026 masih berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi bulanan menunjukkan capaian pendapatan daerah tetap berada pada jalur yang direncanakan atau on the track.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pencapaian PAD terus dipantau melalui evaluasi rutin setiap bulan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, realisasi pendapatan masih sesuai dengan target yang telah disusun sejak awal tahun. “Kalau PAD di tahun 2026 sudah sesuai dengan target kita. Karena setiap bulan ada target, dan sudah dihitung dan sudah dilakukan evaluasi setiap bulan terpenuhi,” kata Eri.
Eri menjelaskan capaian PAD tidak dapat diukur secara merata dari bulan ke bulan. Sebab, setiap jenis pajak memiliki jadwal pembayaran yang berbeda sehingga target penerimaan juga disusun mengikuti pola tersebut. “Jadi, memang PAD itu tidak bisa dipukul rata ketika pendapatan satu tahun (misal) Rp1.000 dipukul rata 12 bulan tidak. Karena ada PBB yang berakhir di bulan Juli, ada pajak, maka di situ ada memasukkan nilai-nilai perhitungan PAD di setiap bulan,” ujarnya.
Menurut Eri, salah satu komponen yang memengaruhi pola penerimaan daerah adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang jatuh tempo pada pertengahan tahun. Karena itu, pemerintah menyusun target bulanan berdasarkan karakteristik masing-masing sumber pendapatan.
Meski memiliki pola penerimaan yang berbeda, hasil evaluasi menunjukkan realisasi PAD hingga pertengahan tahun tetap berada dalam koridor yang telah ditetapkan. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa target pendapatan daerah masih dapat dikejar hingga akhir tahun. “Alhamdulillah setiap bulan yang kita lakukan evaluasi dari perencanaan kita, itu sudah mencapai setiap bulannya 98 persen. Jadi, masih dalam posisi on the track,” tegasnya.






















Tinggalkan Balasan