Media Kampung, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky, S.Hi., M.Si melantik dan mengambil sumpah jabatan 57 keuchik untuk masa jabatan 2027-2032. Pelantikan berlangsung di Aula Serbaguna Idi, Senin 6 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa jabatan keuchik bukan sekadar amanah administratif, melainkan tanggung jawab besar sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan di tingkat gampong. “Pelantikan hari ini bukan hanya sebatas seremoni. Para keuchik telah menjadi bagian dari sistem pemerintahan dan dituntut mampu menjalankan roda pemerintahan desa dengan baik,” ujar Al Farlaky.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah membekali 269 keuchik melalui empat gelombang pelatihan. Gelombang pertama diikuti 38 orang, gelombang kedua 68 orang, gelombang ketiga 106 orang, dan gelombang keempat 57 orang. “Kita berharap kesemuanya agar bisa bekerja secara maksimal untuk mendukung seluruh proses pembangunan yang ada di desa,” imbuh Al Farlaky.

Bupati menekankan bahwa seorang keuchik harus mampu menerjemahkan setiap kebijakan pemerintah dan menjadi sumber informasi bagi masyarakat. Berbagai program pemerintah, baik dari pusat maupun daerah, harus dapat dijelaskan kepada warga sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Al Farlaky juga mengingatkan agar persoalan di desa dapat diselesaikan di tingkat gampong melalui kepemimpinan yang responsif. Ia mengajak seluruh keuchik menghidupkan kembali peradilan adat sebagai mekanisme penyelesaian persoalan. Menurutnya, musyawarah harus tetap menjadi jalan utama dalam menyelesaikan perselisihan antarwarga sehingga keuchik berperan sebagai penjaga harmoni dan ketenteraman masyarakat gampong.

Dalam kesempatan itu, Bupati meminta para keuchik ikut mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir yang sedang berlangsung di Aceh Timur. “Keuchik diharapkan memahami setiap tahapan penanganan sehingga mampu memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat ketika dibutuhkan,” tegas Al Farlaky.

Selain itu, para keuchik diminta cermat mengelola Dana Desa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita Presiden. “Kami menitip pesan agar para keuchik cermat dalam mengelola dana desa. Perkuatkan koordinasi berbagai stakeholder agar capaian pembangunan sesuai pada rel dan selaras dengan pemerintah kabupaten dan pusat,” pungkasnya.