Media Kampung, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 5,4 persen pada Semester I Tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 3.138.647 pelanggan berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 7, meningkat 160.374 pelanggan dari 2.978.273 pelanggan pada Semester I 2025.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mempercayakan perjalanan menggunakan kereta api. Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama karena mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
KAI Daop 7 Madiun terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan. Sejumlah pembaruan fasilitas telah dilakukan, antara lain penggantian sarana KA Bangunkarta dan KA Singasari dengan rangkaian kereta new generation, peninggian peron dan penambahan overcapping di Stasiun Blitar dan Stasiun Kediri, serta penataan fasilitas yang masih berlangsung di Stasiun Madiun.
Selain infrastruktur, transformasi digital juga diperkuat. Salah satunya melalui penerapan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Madiun yang memungkinkan pelanggan melakukan boarding hanya dengan pemindaian wajah tanpa perlu menunjukkan tiket atau identitas.
Sebagai dukungan terhadap program pembangunan berkelanjutan, KAI Daop 7 Madiun menyediakan water station untuk mengisi ulang air minum guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. “Berbagai inovasi dan peningkatan fasilitas pelanggan merupakan bentuk komitmen KAI Daop 7 dalam menghadirkan pelayanan terbaik yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat penggunaan transportasi massal kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkas Tohari.






















Tinggalkan Balasan