TPS3R Kertosari, Solusi Baru Pengelolaan Sampah di Banyuwangi

Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Pembangunan fasilitas ini dimulai secara resmi pada Jumat, 3 Juli 2026, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

TPS3R Kertosari dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan target penyelesaian dalam waktu 10 bulan. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 50 ton dan dirancang untuk melayani 56 desa dan kelurahan di Kecamatan Banyuwangi serta beberapa kecamatan sekitar.

Peran TPS3R dalam Mengurangi Sampah ke Tempat Pembuangan Akhir

Dengan hadirnya TPS3R Kertosari, sampah yang telah dipilah sejak dari rumah tangga akan diolah secara sirkular di tempat ini. Hal ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir, sehingga membantu mengatasi persoalan persampahan di wilayah perkotaan yang padat penduduk.

Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan bahwa pembangunan fasilitas fisik saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah sampah. Perubahan perilaku masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan ini. Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah dengan baik sangat diperlukan agar TPS3R berjalan maksimal.

Dukungan Internasional dan Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu

Pembangunan TPS3R Kertosari didanai oleh Pemerintah Uni Emirat Arab melalui program Clean Rivers. Selain itu, Banyuwangi juga mendapat dukungan dari Norwegia dan korporasi asal Austria, Borealis, dalam pembangunan TPS3R lain di wilayahnya.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, menjelaskan bahwa TPS3R Kertosari merupakan tambahan fasilitas pengolahan sampah berkelanjutan di Banyuwangi setelah TPS3R di Desa Balak, Kecamatan Songgon, yang berkapasitas 100 ton dan telah beroperasi sejak 2023, serta TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, yang sedang dalam pembangunan dengan kapasitas 160 ton.

Selain TPS3R Kertosari, dua TPS3R lain juga akan dibangun di Kecamatan Genteng dan Wongsorejo. Pembangunan di Genteng juga didanai oleh Uni Emirat Arab melalui program Clean Rivers, sementara di Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Pendekatan Sistemik dan Transformasi Perilaku

Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, menyatakan bahwa pembangunan TPS3R Kertosari merupakan bagian dari pendekatan sistemik yang mencakup transformasi perilaku dan kelembagaan pengelolaan sampah. Upaya ini bertujuan memperkuat ekosistem pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga, desa, hingga pengolahan akhir secara terpadu dan bertanggung jawab.

Dengan kapasitas layanan yang semakin meningkat melalui pembangunan TPS3R baru, diharapkan praktik pengelolaan sampah di Banyuwangi dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.