Media Kampung – Surabaya — Pengurus Persatuan Penyiar Radio Indonesia (Persiari) Jawa Timur menyatakan kesiapan mendukung pengembangan program Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Hal ini disampaikan dalam audiensi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (1/7/2026) malam.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Persiari Jawa Timur, Adi, menjelaskan bahwa organisasinya tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Sosial untuk memberikan edukasi sesuai kompetensi penyiar radio kepada anak-anak Sekolah Rakyat. “Kami sedang berproses dengan Kementerian Sosial agar penyiar radio dapat memberikan edukasi kepada adik-adik di Sekolah Rakyat sesuai bidang profesi kami. Jawa Timur siap menjadi pilot project untuk program tersebut,” ujar Adi.
Gubernur Khofifah menyambut positif gagasan tersebut. Ia menyarankan agar Persiari dapat masuk melalui kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat. “Persiari mungkin bisa masuk melalui kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat sehingga kompetensi penyiar radio bisa memberikan manfaat langsung kepada anak-anak,” ujarnya.
Khofifah juga berbagi pengalaman emosional saat berinteraksi dengan peserta didik Sekolah Rakyat. Menurutnya, sebagian besar anak berasal dari keluarga yang tidak hanya menghadapi keterbatasan ekonomi, tetapi juga kekurangan perhatian dan kasih sayang. “Ketika saya memakaikan sepatu secara simbolik, mereka menangis dan meminta dirangkul. Orang miskin itu juga miskin kasih sayang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa radio memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. “Radio ini cerita pergerakan, contohnya Bung Tomo,” katanya. Mendengar kisah tersebut, Persiari semakin optimistis menghadirkan program edukasi public speaking bagi anak-anak Sekolah Rakyat. Program itu diharapkan mampu melatih keberanian berbicara, kemampuan bercerita, serta keterampilan berkomunikasi.
Khofifah mengapresiasi gagasan tersebut sembari menceritakan seorang siswa Sekolah Rakyat asal Probolinggo yang mampu menulis surat menyentuh dan membacakannya secara langsung, serta mengungkapkan bahwa ada peserta didik lain yang kini mampu berkomunikasi dalam lima bahasa. Ia memastikan pembahasan sinergi bersama Persiari akan ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Ini akan kami bahas dalam rakor untuk mengoordinasikan langkah pertama. Kami berharap Persiari dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung Sekolah Rakyat di Jawa Timur,” tutur Khofifah.
Profil Persiari
Persiari merupakan organisasi profesi penyiar radio yang secara nasional dideklarasikan pada 2023 di Museum Pers, Solo. Organisasi ini lahir sebagai organisasi profesi independen, tidak berinduk kepada organisasi mana pun. Deklarasi Persiari mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Staf Khusus Presiden saat itu Moeldoko, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mendukung arah pengembangan sertifikasi profesi bagi penyiar radio.
Sejak terbentuk, Persiari telah menjalankan sejumlah program, di antaranya pelatihan Master of Ceremony (MC). Saat ini, Persiari telah aktif berkembang di 15 kota di Indonesia.
Tantangan Industri Radio
Dalam audiensi, Persiari juga menjelaskan kondisi terkini industri radio di Jawa Timur. Transformasi digital telah membawa tantangan besar, mulai dari stasiun yang hanya mampu mempertahankan satu hingga dua penyiar, radio yang beroperasi tanpa penyiar dengan mengandalkan sistem otomatis, hingga radio komersial yang beralih fungsi menjadi radio kampus dengan melibatkan mahasiswa sebagai penyiar magang. Persiari juga mengungkapkan adanya perusahaan yang mengakuisisi stasiun radio sebagai media promosi internal.
Menanggapi hal tersebut, Khofifah menilai perubahan tersebut tidak lepas dari dampak transformasi digital yang mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap media. “Mungkin ini dampak transformasi digital ya, masyarakat lebih memilih live streaming. Saya juga cukup prihatin melihat satu per satu media radio maupun televisi mulai tutup,” kata Khofifah.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan