Media Kampung – Sejumlah pengguna WhatsApp di Indonesia mengalami pemblokiran akun secara massal tanpa alasan yang jelas. Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanggil perwakilan Meta untuk meminta klarifikasi terkait masalah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada pertengahan Agustus 2026, Meta mengakui adanya kesalahan pada sistem pendeteksian aktivitas mencurigakan yang menyebabkan sejumlah akun WhatsApp terblokir meskipun pemiliknya tidak melakukan pelanggaran. Kesalahan ini muncul akibat mekanisme sistem yang mendeteksi aktivitas melanggar ketentuan layanan tanpa dapat membaca isi pesan karena enkripsi end-to-end yang diterapkan WhatsApp.

Baca juga:

Kesalahan Sistem yang Memicu Pemblokiran

WhatsApp menggunakan berbagai sinyal untuk mendeteksi aktivitas yang dianggap melanggar, seperti spam atau penyalahgunaan platform. Namun, Meta menyampaikan bahwa kesalahan dalam algoritma pendeteksian menyebabkan beberapa akun yang tidak melakukan pelanggaran ikut terblokir secara tidak sengaja.

Meta telah melakukan langkah mitigasi dan mengembalikan beberapa akun yang sebelumnya diblokir. Namun, bagi pengguna yang masih kehilangan akses, Meta menganjurkan untuk mengajukan banding langsung melalui aplikasi WhatsApp.

Baca juga:

Proses Banding untuk Pengguna

Pengguna yang akunnya masih diblokir atau berstatus “dalam peninjauan” dapat mengajukan banding dengan mengikuti petunjuk yang muncul saat membuka aplikasi WhatsApp. Proses peninjauan banding dijanjikan berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam untuk memastikan akun dapat dipulihkan jika tidak ditemukan pelanggaran.

Komentar dari Kominfo

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Meta untuk meminta penjelasan atas banyaknya laporan pemblokiran akun WhatsApp. Karena belum menerima respons yang memadai, Komdigi memanggil Meta untuk klarifikasi langsung.

Baca juga:

Dampak dan Respons Pengguna

Keluhan pemblokiran akun WhatsApp ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara lain. Banyak pengguna kehilangan akses secara tiba-tiba, memicu kekhawatiran dan kebutuhan penjelasan resmi dari Meta. Pengakuan kesalahan sistem dari Meta dan langkah mitigasi yang dilakukan menjadi penting untuk mengembalikan kepercayaan pengguna.