Media Kampung – Pasar video vertikal di luar China diperkirakan mencapai nilai $150 miliar pada tahun 2026, dengan pertumbuhan sebesar 42% dibandingkan tahun sebelumnya. Tiga perusahaan besar yakni Meta, ByteDance, dan YouTube menguasai sekitar 94% pasar ini, berdasarkan laporan terbaru dari Owl & Co.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pendapatan terbesar berasal dari iklan sebesar $131 miliar, sementara pembayaran konsumen dan komisi belanja masing-masing menyumbang $10 miliar dan $9 miliar. Meskipun terdapat sekitar 2.000 aplikasi microdrama yang bersaing secara global, aplikasi khusus microdrama hanya menyumbang kurang dari 3% dari total pendapatan pasar.

Baca juga:

Salah satu faktor utama yang membatasi pertumbuhan aplikasi berbayar adalah tingginya biaya akuisisi pengguna dan biaya toko aplikasi. Misalnya, aplikasi teratas seperti ReelShort menghabiskan sekitar 73% dari pendapatannya untuk biaya ini, bahkan lebih tinggi untuk aplikasi yang lebih kecil. Sebaliknya, platform besar seperti Meta dan YouTube dapat memanfaatkan audiens yang sudah ada, sehingga lebih efisien dalam distribusi konten.

Di sisi produksi konten, penggunaan kecerdasan buatan (AI) memang meningkatkan volume output, dengan pertumbuhan seri baru sebesar 25%. Namun, waktu yang dihabiskan pengguna menurun sebesar 4%, dan konten live-action masih lebih unggul dalam keterlibatan pengguna dibandingkan konten yang dihasilkan AI. Hal ini menegaskan bahwa produksi konten yang lebih murah tidak otomatis menjamin peningkatan perhatian dan retensi pengguna.

Baca juga:

Dominasi Meta, ByteDance, dan YouTube dalam pasar video vertikal menegaskan bahwa distribusi dan daya tarik audiens menjadi kunci utama keberhasilan dalam industri ini. Sementara itu, aplikasi microdrama menghadapi tantangan besar dalam hal biaya dan persaingan untuk menarik perhatian pengguna.

Dengan pertumbuhan pesat dan nilai pasar yang besar, industri video vertikal terus menjadi sektor penting dalam ekonomi digital global, khususnya dalam strategi platform besar yang mengintegrasikan konten video vertikal sebagai bagian dari ekosistem mereka.

Baca juga: