Media Kampung – Ledakan besar yang terjadi pada roket New Glenn milik Blue Origin mengganggu rencana misi bulan, termasuk misi Artemis NASA, yang dijadwalkan untuk pengembangan basis di bulan. Insiden ini terjadi pada malam hari, 28 Mei, saat roket tersebut menjalani pengujian statis di Cape Canaveral, Florida.
Senator Mike Haridopolos mengungkapkan bahwa ledakan tersebut mengejutkan banyak orang dan menimbulkan keraguan terhadap jadwal ambisius NASA untuk misi bulan. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak dari ledakan ini sangat besar, merusak sebagian besar fasilitas peluncuran dan memunculkan kekhawatiran atas rencana peluncuran yang akan datang.
Blue Origin, yang didirikan oleh Jeff Bezos, menjadwalkan New Glenn untuk digunakan dalam meluncurkan pendarat Blue Moon Mark 1 ke permukaan bulan. Selain itu, insiden ini terjadi hanya sebulan setelah seluruh armada New Glenn terpaksa dihentikan akibat masalah mesin pada tahap atas yang menyebabkan satelit diluncurkan ke orbit yang salah.
Foto-foto pasca ledakan menunjukkan kerusakan parah pada peluncuran kompleks, dengan hanya satu menara dan tangki air yang masih berdiri. Otoritas setempat memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati puing-puing yang mungkin terdampar di pantai dan untuk melaporkannya ke pihak berwenang.
NASA mengandalkan roket ini sebagai bagian dari program Artemis yang bertujuan untuk mengirimkan manusia kembali ke bulan dan membangun pangkalan di dekat kutub selatan bulan. Administrator NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa mereka akan mendukung penyelidikan menyeluruh terhadap insiden tersebut untuk memastikan keamanan di masa mendatang.
Dengan kondisi ini, Blue Origin harus menghadapi tantangan besar dalam memperbaiki peluncuran kompleks dan mengatasi masalah teknis yang muncul. Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan ini dapat mempengaruhi jadwal misi mendatang, termasuk peluncuran pendarat yang direncanakan dalam waktu dekat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan