Media Kampung – Gebrakan Pentagon, Drone Logistik AS Kini Disulap Jadi Pembawa Roket Tempur menandai uji coba pertama penambahan senjata pada drone TRV‑150 di Fort Rucker, Alabama, pada minggu 28 Mei 2026. Pengujian ini dilakukan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat bersama mitra industri Survice Engineering.
TRV‑150, yang sebelumnya dikenal sebagai kendaraan logistik tak berawak dengan kapasitas muatan sekitar 150 pon (68 kg), dilengkapi tiga peluncur roket kaliber 70 mm berbasis Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS). Sistem ini memungkinkan drone menembakkan roket berpemandu secara presisi ke target darat atau kendaraan ringan.
Menurut Clark Dutterer, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Survice Engineering, proyek ini dibiayai sendiri oleh perusahaan untuk mempercepat demonstrasi kemampuan baru tanpa menunggu permintaan resmi pemerintah. Ia menambahkan bahwa inovasi ini memberi satuan tingkat komando rendah akses ke daya tembak yang sebelumnya hanya dimiliki platform udara mahal.
Rob Baltrusch, Kepala Insinyur Survice Engineering, menyebut TRV‑150 sebagai “truk pengangkut di langit” karena dapat mengirim muatan secara otonom dengan hanya memasukkan koordinat tujuan. Setelah menyelesaikan pengiriman, drone secara otomatis kembali ke titik pelepasan.
Integrasi APKWS pada drone logistik diharapkan memperluas jangkauan serangan presisi bagi pasukan yang beroperasi di wilayah sulit dijangkau, sekaligus mengurangi kebutuhan akan helikopter atau pesawat tempur pendukung. Keunggulan ini sejalan dengan strategi Pentagon untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi biaya operasional di medan perang modern.
Jika berhasil, konsep drone bersenjata ini dapat menjadi model baru bagi militer lain dalam mengubah aset logistik menjadi platform tempur yang lincah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan