Media Kampung – Badan Pengelola Investasi Danantara tengah mengkaji kemungkinan penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) sebagai bagian dari penataan ulang portofolio BUMN. Penilaian ini dilakukan menyusul kondisi keuangan PT INTI yang mengalami kerugian terus membesar, meskipun pendapatan perusahaan meningkat signifikan pada 2023.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa proses verifikasi dan penilaian terhadap keberlangsungan PT INTI masih berlangsung. Meski opsi penutupan masuk dalam pertimbangan, Danantara berkomitmen menjaga hak-hak karyawan tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. “Pekerjanya aman. Kan kami sudah bilang, semua nggak ada yang di-PHK,” tegas Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
PT INTI, yang berdiri sejak 1970-an dan berbasis di Bandung, dikenal sebagai pelopor modernisasi jaringan interkoneksi nasional. Perusahaan ini berperan mengurangi ketergantungan Indonesia pada perangkat keras impor dengan mengembangkan teknologi nasional. Pada 2023, PT INTI memperkenalkan INTI-Smart Meter, sebuah solusi Advanced Metering Infrastructure (AMI) untuk mendukung modernisasi infrastruktur kelistrikan PT PLN (Persero). Sistem meter kWh pintar ini memungkinkan pencatatan dan pemantauan konsumsi listrik secara otomatis dan real-time tanpa perlu kunjungan petugas ke rumah pelanggan.
Data keuangan PT INTI menunjukkan bahwa meskipun pendapatan perseroan naik 63% menjadi Rp503,68 miliar pada 2023, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp90,54 miliar, meningkat 10,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Beban pokok pendapatan juga meningkat 71,8%, sehingga laba bruto hanya naik tipis 6,5%. Selain itu, neraca keuangan PT INTI menunjukkan ekuitas negatif sebesar Rp716,56 miliar, lebih besar dibandingkan tahun 2022 yang sebesar minus Rp625,50 miliar.
Dalam proses transformasi BUMN, Danantara bersama Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong sinergi untuk memastikan kelancaran penataan tanpa mengurangi hak-hak pegawai. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga BUMN agar tetap berjalan sehat, profesional, dan berkelanjutan dengan prinsip “no one left behind”.
Kajian terhadap PT INTI ini merupakan bagian dari strategi Danantara untuk mengoptimalkan portofolio BUMN di bidang teknologi dan manufaktur digital. Meski menghadapi tantangan keuangan, PT INTI telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi nasional yang mendukung infrastruktur kritis seperti kelistrikan.
Situasi terkini menunjukkan bahwa keputusan akhir terkait masa depan PT INTI masih menunggu hasil assessment menyeluruh. Namun, komitmen Danantara untuk melindungi karyawan dan menjaga kesinambungan teknologi yang telah dikembangkan tetap menjadi prioritas utama dalam proses ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




