Media Kampung – Joseph Nguthiru, seorang pemuda asal Kenya, berhasil menciptakan plastik ramah lingkungan berbahan dasar eceng gondok yang selama ini dikenal sebagai gulma air paling ganas di dunia.
Eceng gondok sering menutupi permukaan danau, mengurangi oksigen air, merusak habitat ikan, menghambat aktivitas nelayan, dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk malaria.
Melihat hal tersebut, Joseph yang mendirikan perusahaan HyaPak berinisiatif mengolah eceng gondok menjadi plastik biodegradable.
Bersama para nelayan di Nairobi, ia memanen eceng gondok dan mengolahnya menjadi bubuk halus untuk mengambil selulosanya sebagai bahan dasar plastik ramah lingkungan.
Material ini berfungsi seperti plastik biasa namun dapat terurai di alam, sehingga tidak meninggalkan mikroplastik yang mencemari lingkungan.
Salah satu produk inovasinya adalah pembungkus bibit tanaman yang dapat langsung ditanam bersama bibitnya, dan saat terurai malah membantu pertumbuhan tanaman dengan nutrisi tambahan.
Selain itu, material ini juga digunakan sebagai pelapis untuk menjaga kesegaran makanan selama pengiriman tanpa perlu lemari pendingin.
Inovasi Joseph berhasil meraih penghargaan UNEP Young Champions of the Earth, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Joseph pun mengajak generasi muda untuk tidak takut memulai dari hal kecil dan berani bermimpi besar dalam menyelesaikan masalah lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan