Media Kampung – Aktivitas penyembelihan hewan kurban saat Iduladha memiliki potensi mencemari lingkungan jika limbah tidak dikelola dengan baik. Pakar Kesehatan Lingkungan dari Universitas Airlangga, Corie Indria Prasasti, menjelaskan limbah kurban terdiri dari limbah cair berupa darah dan limbah padat seperti isi perut hewan.

Limbah tersebut berisiko mencemari sumber air jika dibuang sembarangan, seperti langsung ke sungai atau mata air. Pencemaran ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat sekitar.

Pengelolaan limbah kurban telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Limbah penyembelihan harus ditempatkan di lokasi khusus yang menjaga jarak aman dari sumber air, dan meskipun diperbolehkan dikubur, limbah tidak boleh dekat sumur atau saluran air warga.

Dampak lain dari limbah kurban yang tidak terkelola adalah timbulnya bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman. Selain itu, limbah terbuka dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan bakteri berbahaya, yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Limbah cair yang dibuang langsung ke saluran air juga dapat merusak kualitas lingkungan sekitar lokasi penyembelihan, sehingga dampaknya dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Corie menyebut tantangan utama pengelolaan limbah kurban adalah keterbatasan lahan di sejumlah tempat penyembelihan, karena tidak semua masjid atau lokasi kurban memiliki area khusus yang aman dari sumber air.

Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dinas kesehatan, peternakan, lingkungan hidup, dan pengurus masjid untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan dengan baik. Edukasi kepada masyarakat tentang sanitasi dan pengelolaan limbah selama Iduladha juga sangat penting, tidak hanya bagi panitia kurban tetapi juga masyarakat umum.

Dengan pengelolaan limbah yang tepat, pelaksanaan Iduladha dapat berlangsung aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga serta lingkungan sekitar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.