Media Kampung – Isaiah Rashad, rapper asal Chattanooga, Tennessee, mengungkapkan bahwa ia lebih merasa sebagai seorang produser dan sutradara ketimbang rapper. Dalam wawancara dengan GQ pada 2021, ia menjelaskan bahwa pendekatannya terhadap musik lebih seperti seorang sineas yang kebetulan menulis naskah dan berperan di dalam karyanya sendiri.
Rashad membandingkan dirinya dengan Spike Lee atau Quentin Tarantino yang kerap muncul sebagai aktor dalam film yang mereka sutradarai. “Saya lebih sebagai produser dan sutradara daripada hal lain. Saya kebetulan juga menulis naskahnya,” ujarnya. Menurutnya, jika ada orang lain yang bisa membawakan rap-nya dengan lebih baik, ia akan dengan senang hati menyerahkan peran tersebut.
Sikap ini sangat terlihat pada album The House is Burning, rilisan pertamanya setelah lima tahun vakum. Rashad mengaku sengaja menempatkan banyak penyanyi lain di lagu-lagu yang lebih cocok untuk mereka. “Saya memasukkan banyak orang yang musiknya saya sukai ke dalam lagu-lagu yang lebih sesuai untuk mereka daripada untuk saya. Itu seperti menjadi sutradara dan memperlakukan diri saya sendiri sebagai karakter,” jelasnya.
Ia juga membandingkan albumnya dengan film Tarantino The Hateful Eight, yang hanya bisa diapresiasi oleh segelintir penonton yang paham detailnya. “Jika Anda tidak menyukai hal-hal kecil, Anda hanya akan mendapatkan sedikit dari rekaman ini. Seni harus disampaikan dan ditafsirkan. Saya tidak seharusnya menjual seni saya kepada Anda, Anda mengerti?” tambahnya.
Rashad menekankan bahwa musiknya adalah lanskap suara yang ia ciptakan sebagai soundtrack untuk momen-momen tertentu dalam hidup. “Saya membuat lanskap suara yang ada di pikiran saya, dan itu seperti soundtrack untuk waktu-waktu tertentu dalam sehari dan hal-hal tertentu yang terjadi dalam hidup saya, dengan niat nyata bahwa Anda harus mendengarkan album ini di malam hari sambil berkendara di jalan gelap,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan