Media Kampung – Deby Rosalia Permata Sopandi menjadi sorotan publik Indonesia setelah namanya viral di KBS National Singing Contest, sebuah ajang menyanyi legendaris Korea yang telah berlangsung selama 45 tahun, dan berhasil meraih posisi kedua.

Deby lahir di Bandung pada tahun 1998 dan menempuh pendidikan tinggi di Jakarta, di mana ia meraih gelar sarjana dari Universitas Nasional dengan jurusan Bahasa Korea.

Pada awal tahun 2026, Deby menikah dengan seorang warga Korea Selatan yang dikenalnya selama empat tahun, memperkuat ikatan budaya antara Indonesia dan Korea.

Kariernya dimulai sebagai pengajar bahasa Korea di sebuah lembaga kursus di Jakarta; ia mengingat bahwa bayaran pertama hanya 35 ribu rupiah per jam, namun semangat mengajar membuatnya tetap bertahan.

Setelah lulus, Deby mengembangkan layanan pengajaran bahasa Indonesia bagi warga Korea dan sebaliknya, membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dua arah di antara kedua bangsa.

Selain mengajar, ia juga menerima pekerjaan sebagai penerjemah di berbagai booth acara internasional, memperluas jaringan profesionalnya di industri event.

Seiring waktu, Deby membuka usaha salon nail art di Jakarta Timur, yang kini menjadi sumber pendapatan utama sekaligus menyalurkan kreativitasnya dalam seni kecantikan.

Ide mengikuti KBS National Singing Contest muncul ketika suaminya yang tinggal di Korea mendengar suara nyanyi Deby, lalu mendaftarkannya tanpa ragu ke audisi internasional tersebut.

Dari sekitar tiga ratus peserta, Deby berhasil lolos ke 15 finalis yang tampil di panggung utama, menandai langkah signifikan bagi artis Indonesia di arena kompetisi Korea.

Penampilannya memukau penonton Korea, terutama karena nama panjangnya yang unik membuat pembawa acara kebingungan; video pertunjukannya kini telah ditonton lebih dari delapan juta kali di akun Instagram pribadinya.

Keberhasilan meraih juara kedua tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi seniman Indonesia untuk berpartisipasi dalam kompetisi seni internasional yang didominasi warga Korea.

Saat ini Deby fokus mengembangkan salon nail artnya sambil merencanakan proyek kolaborasi musik lintas budaya, berharap dapat kembali ke panggung internasional dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.