Media Kampung – Rapper kenamaan Ludacris baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia pernah berbohong tentang kematian neneknya demi bisa meninggalkan pekerjaan dan bekerja sama dengan produser musik Timbaland. Pengakuan ini disampaikan dalam wawancara dengan Bootleg Kev.
Saat itu, Ludacris bekerja sebagai DJ di stasiun radio Atlanta, Hot 97.5 (sekarang Hot 107.9). Ia bertemu Timbaland di puncak popularitas sang produser, dan berhasil memberikan demo lagu. Timbaland terkesan dan mengundangnya ke Virginia untuk merekam album pada hari Kamis secara mendadak.
Masalahnya, Ludacris tidak memiliki cuti yang cukup. Alih-alih meminta izin secara jujur, ia memilih berbohong. “Nenek saya baru saja meninggal, dan saya harus pergi ke pemakaman di New York,” kata Ludacris menirukan alasannya kepada bos saat itu. “Saya menggunakan nenek saya untuk pergi merekam ‘Phat Rabbit’ di Virginia.”
Kebohongan itu membuahkan hasil. Kolaborasi mereka pada lagu “Phat Rabbit” menjadi awal dari kerja sama selanjutnya, termasuk lagu hits “Roll Out (My Business)” dan “Potion”. Kejadian ini menunjukkan betapa besarnya tekad Ludacris untuk mengejar karier musiknya.
Dalam wawancara tahun 2023 dengan Rolling Stone, Ludacris juga menyoroti tren produksi musik saat ini. Ia mengkritik banyak lagu yang hanya mengambil sampel tanpa mengubahnya. “Ketika orang benar-benar mengambil sampel dan tidak mengubah apa pun,” ujarnya. “Atau mereka mengambil beberapa lirik, lalu tidak memvariasikannya. Saya ingin melihat lebih banyak pemikiran dalam mencoba mem-flip sesuatu, bukan sekadar menggunakannya dalam bentuk yang sama persis.”
Ludacris menyebut J Balvin sebagai salah satu seniman yang berhasil mem-flip sampel dengan baik, khususnya pada lagu “Yeah”. “Saya suka apa yang dia lakukan. Menurut saya itu keren. Dan itu mungkin flip favorit saya saat ini,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan