Media Kampung – Bison telah menjadi bagian penting dalam sejarah manusia dan alam selama ribuan tahun. Hewan ini muncul dalam berbagai konteks, mulai dari seni prasejarah di Gua Altamira, Spanyol, hingga interaksi dramatis dengan predator di Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat. Artikel ini mengupas fakta-fakta menarik seputar bison dari sumber-sumber terpercaya.
Bison dalam Seni Prasejarah: Gua Altamira
Gua Altamira di Cantabria, Spanyol Utara, dijuluki “Kapel Sistina Seni Prasejarah” karena lukisan dindingnya yang menakjubkan. Gua ini pertama kali ditemukan oleh pemburu Modesto Cubillas pada tahun 1868, namun keindahan seni di dalamnya baru terungkap sebelas tahun kemudian. Arkeolog amatir Marcelino Sanz de Sautuola bersama putrinya yang berusia 8 tahun, Maria, menjelajahi gua tersebut. Saat bermain, Maria melihat lukisan di langit-langit dan berteriak, “Lihat, Papa! Sapi!” — yang sebenarnya adalah lukisan bison purba.
Penemuan ini awalnya menuai kontroversi. Banyak ilmuwan pada akhir abad ke-19 meragukan bahwa manusia purba mampu menciptakan karya seni seindah itu. Sautuola bahkan dituduh memalsukan lukisan tersebut. Baru pada tahun 1902, setelah ditemukan lukisan serupa di situs lain, keaslian Gua Altamira diakui secara resmi — namun Sautuola telah meninggal dunia.
Lukisan bison di Gua Altamira menggunakan teknik cerdas: para seniman purba memanfaatkan tonjolan, retakan, dan lekukan alami dinding batu untuk menciptakan efek tiga dimensi. Warna-warna alami seperti merah, hitam, dan ungu berasal dari arang dan batuan kemerahan yang diencerkan untuk menghasilkan gradasi gelap-terang. Lukisan tertua di gua ini diperkirakan berusia sekitar 36.000 tahun, sementara kumpulan lukisan hewan yang terkenal dibuat sekitar 14.000–15.000 tahun lalu. Para seniman menggunakan lampu minyak dari lemak hewan untuk menerangi dinding gua tanpa terganggu asap.
Bison di Alam Liar: Interaksi dengan Predator
Di Taman Nasional Yellowstone, bison menjadi pusat drama alam. Dalam sebuah video yang direkam di taman nasional tersebut, seekor serigala terlihat mendekati bangkai bison yang dijaga oleh beruang grizzly. Beruang grizzly yang besar itu tertidur di dekat bangkai, memberi kesempatan bagi serigala untuk mendekat. Meskipun biasanya serigala tidak berani melawan grizzly — yang beratnya bisa mencapai 400–1.000 pon dan memiliki cakar tajam serta kekuatan luar biasa — dalam momen ini, serigala nekat mengambil risiko. Video tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan antar predator di alam liar untuk mempertahankan atau merebut sumber makanan.
Bison dalam Budaya Populer: “Bison-tennial”
Bison juga muncul dalam budaya populer Amerika. Dalam episode sitkom klasik “Sanford and Son” yang tayang menjelang perayaan Bicentennial (200 tahun kemerdekaan AS) pada 4 Juli 1976, tokoh Fred Sanford menghina Esther dengan panggilan “old buffalo” dan “old bison”, lalu mengajaknya merayakan “Bison-tennial” — plesetan dari Bicentennial. Istilah ini menjadi kenangan lucu bagi banyak orang yang mengingat semaraknya perayaan 200 tahun kemerdekaan AS, yang kontras dengan persiapan Semiquincentennial (250 tahun) pada 2026 yang terasa lebih tenang.
Kesimpulan
Bison bukan sekadar hewan; ia adalah simbol yang melintasi zaman — dari lukisan gua prasejarah yang memukau, pertarungan sengit di alam liar, hingga humor dalam budaya pop. Keberadaannya mengingatkan kita akan kekayaan sejarah alam dan budaya yang perlu dilestarikan.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.



















Tinggalkan Balasan