Media Kampung – Michael Jackson dikenal tidak hanya sebagai ikon musik pop dunia, tetapi juga sebagai pionir dalam dunia fashion dan budaya populer. Gaya busananya yang khas dan penuh detail seperti jaket militer berornamen emas, sarung tangan berkilau, fedora, dan kaus kaki glitter menjadi simbol visual yang melekat erat dengan karirnya.
Pada akhir 1970-an, saat album Off the Wall dirilis, Michael mulai membangun identitas fashionnya dengan setelan kristal futuristik dan kaus kaki putih yang menjadi ciri khas. Era Thriller pada 1983 menampilkan jaket merah ikonik dengan detail hitam berbentuk huruf V yang menjadi salah satu busana paling terkenal dalam budaya pop.
Penampilan legendarisnya di Motown 25 dengan fedora hitam, sarung tangan berkilau, celana cropped, dan kaus kaki glitter semakin mengukuhkan citra visualnya. Setiap kostum dirancang detail agar gerakannya terlihat jelas, menjadikan penampilannya salah satu yang paling memorable dalam sejarah musik.
Selain itu, jaket militer penuh ornamen emas yang terinspirasi dari seragam militer Prancis dan Inggris sering digunakan Michael sepanjang 1980-an hingga 1990-an. Jaket ini muncul di berbagai momen penting seperti Grammy Awards 1984 dan Super Bowl XXVII serta menjadi sampul album HIStory tahun 1995.
Era album Bad menandai perubahan gaya menjadi lebih ‘rockstar’ dengan jaket kulit penuh buckle, celana ketat, dan detail ritsleting. Meski glamor, Michael juga dikenal dengan gaya sederhana seperti kaus putih polos dan celana hitam yang muncul di video “Black or White” dan sesi foto Vanity Fair.
Pengaruh fashion Michael Jackson meluas ke generasi artis berikutnya seperti Lady Gaga, Beyoncé, dan Lil Uzi Vert. Dunia fashion pun beberapa kali memberi penghormatan, seperti koleksi Louis Vuitton Fall/Winter 2019 oleh Virgil Abloh dan rilisan Supreme yang terinspirasi dari visual Michael Jackson.
Warisan fashion Michael Jackson bukan hanya tentang pakaian ikonik, tapi juga tentang bagaimana seorang artis membangun identitas visual yang kuat dan abadi dalam budaya populer dunia, sebagaimana diulas Shelton Boyd-Griffith dalam Media Kampung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan