Media KampungMichael Jackson dikenal luas sebagai salah satu musisi terbesar sepanjang masa dengan metode unik dalam menciptakan lagu-lagunya. Berbeda dari musisi lain yang biasanya memulai proses komposisi melalui alat musik atau notasi musik formal, Jackson membangun hampir seluruh elemen musik hanya dengan menggunakan suaranya sendiri.

Meski tidak mampu membaca atau menulis notasi musik secara formal, Michael Jackson mampu membayangkan dan merekam melodi, harmoni, bass, ritme, hingga beatbox dari apa yang ada di dalam pikirannya. Proses kreatif ini terlihat jelas dalam demo awal lagu “Beat It” yang menunjukkan Jackson menyanyikan setiap bagian instrumen satu per satu, termasuk susunan akor dan ritme lengkap.

Jackson pernah menjelaskan bahwa lagu “Dangerous” yang dirilis pada 1994 tercipta dari sebuah hadiah dalam pikirannya, di mana melodi, string section, dan chord muncul begitu saja secara alami. Meskipun ia sempat memainkan beberapa instrumen seperti keyboard, synthesizer, gitar, drum, dan perkusi pada album HIStory, keahliannya lebih didasarkan pada insting musikal daripada pelatihan akademis.

Sound engineer Rob Hoffman yang pernah bekerja bersama Jackson di studio menceritakan bahwa suatu kali Michael datang dengan lagu baru yang dibuatnya semalam dan menyanyikan setiap nada dari tiap chord kepada pemain gitar, lengkap dengan susunan harmoninya. Keunikan ini juga diperkuat oleh pengalaman Steve Porcaro dari band Toto yang menyaksikan langsung bagaimana Jackson mendikte seluruh bagian string section hanya dengan suara mulutnya.

Dalam proses penciptaan lagu “Billie Jean”, Michael Jackson menyebutkan terdapat empat lapisan bass berbeda yang masing-masing memiliki kepribadian tersendiri. Hal ini bertujuan untuk memperkuat karakter musik dalam lagu tersebut. Kemampuan beatbox-nya juga menarik perhatian, sebagaimana ditunjukkan dalam wawancara bersama Diane Sawyer pada 1995, di mana Jackson memperlihatkan bagaimana suara beatbox membangun lagu “Tabloid Junkie.” Banyak penonton sulit percaya bahwa suara tersebut dihasilkan oleh manusia tanpa bantuan mesin elektronik.

Michael Jackson bukan satu-satunya musisi besar yang tidak mengandalkan kemampuan membaca notasi musik secara formal. Musisi seperti Paul McCartney, John Lennon, Radiohead, dan Spiritualized juga memiliki pendekatan kreatif masing-masing. Namun, keistimewaan Jackson terletak pada kemampuannya membangun lagu pop berskala besar hanya dari imajinasi musikalnya, yang membuat karya-karyanya tetap menjadi standar musik pop dunia hingga saat ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.