Media Kampung – Muhammad Firdaus Akhlan, seorang jemaah haji asal Indonesia, telah berpulang dengan damai di Makkah, dikelilingi oleh doa dari jutaan umat. Proses pemakamannya diiringi dengan salat jenazah yang dilaksanakan di Masjidilharam, menjadi momen haru bagi keluarga dan para jemaah lainnya.

Pada dini hari Sabtu, 23 Mei 2026, suasana di terminal Kuday Makkah dipenuhi oleh jemaah haji yang bersiap menunaikan ibadah umrah. Namun, suasana berubah ketika tim Media Center Haji (MCH) menerima kabar bahwa Firdaus telah meninggal dunia. Ia ditemukan dalam keadaan wafat setelah sebelumnya dinyatakan hilang.

Seorang jurnalis dari MCH mengabarkan bahwa jenazah Firdaus akan disalatkan di Masjidilharam. Tim media segera bergerak menuju area timur masjid, tempat ambulans akan membawa jenazah almarhum. Ketika ambulans tiba, suasana penuh haru menyelimuti pelataran masjid yang ramai oleh jemaah dari berbagai negara.

Dalam perjalanan menuju Masjidilharam, para jemaah dan petugas perlindungan jemaah bersatu dalam doa, mengiringi kepergian Firdaus dengan penuh rasa hormat. Keluarganya, termasuk istrinya Nafsiah Nawan, tampak tegar meski kehilangan yang mendalam. Mereka mengingat pesan terakhir almarhum sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan oleh anaknya, Nurul Fadila, yang mengungkapkan bahwa Firdaus berpesan agar mereka tidak pernah meninggalkan salat. “Abah tidak memiliki warisan materi, tapi pesan ini adalah hal terpenting yang bisa Abah berikan,” kenang Nurul.

Setelah salat jenazah, jenazah Muhammad Firdaus diangkut menggunakan buggy car menuju lokasi pemakaman. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh banyak jemaah yang mendoakan almarhum. Kehadiran mereka menjadi tanda penghormatan terakhir dan bentuk solidaritas dari sesama jemaah haji.

Kepergian Firdaus meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan teman-temannya. Namun, pesan yang ia titipkan akan selalu dikenang, mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ibadah di tengah kesibukan dan tantangan hidup. Jutaan doa yang diucapkan untuknya akan menjadi pengantar menuju tempat yang lebih baik.

Hingga saat ini, komunitas jemaah haji Indonesia di Makkah masih merasakan dampak dari kehilangan ini. Mereka berdoa agar almarhum diberikan tempat yang layak di sisi-Nya dan berharap agar semua jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan penuh berkah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.