Media Kampung – Khutbah Jumat pada tanggal 22 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam dalam menyambut 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang penuh berkah dan keutamaan. Pada kesempatan ini, para khatib mengajak jamaah untuk meningkatkan amal ibadah dan ketakwaan sebagai persiapan menyambut hari-hari mulia yang sangat dicintai Allah SWT.
Bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah, yang dimulai sejak 18 Mei 2026, dikenal sebagai salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. Allah SWT bahkan mengabadikan kemuliaan sepuluh hari pertama bulan ini dalam Al-Qur’an, seperti yang tertulis dalam Surat Al-Fajr ayat 1-3 yang bersumpah demi waktu fajar dan malam yang sepuluh. Hal ini menegaskan betapa istimewanya waktu tersebut untuk memperbanyak amal saleh.
Dalam khutbah Jumat kali ini, disampaikan bahwa amalan-amalan seperti puasa sunnah, terutama puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dzikir, tahlil, takbir, membaca Al-Qur’an, sedekah, serta mempererat silaturahmi sangat dianjurkan. Puasa Arafah khususnya memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang bagi yang menjalankannya dengan niat ikhlas.
Para khatib menekankan pentingnya ketakwaan yang bukan sekadar ucapan, melainkan harus tercermin dalam kesungguhan menjalankan ibadah dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Ketakwaan menjadi bekal utama untuk menghadapi kehidupan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, di sepuluh hari awal Dzulhijjah, umat Islam diingatkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan amal kebaikan dengan hati yang tulus.
Penetapan awal bulan Dzulhijjah 1447 H oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan kepastian waktu yang memungkinkan umat Islam untuk mempersiapkan diri secara optimal. Khutbah Jumat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan spiritual yang memotivasi masyarakat agar memanfaatkan waktu emas ini dengan sebaik-baiknya.
Takbir dan tahlil yang dikumandangkan secara bersama-sama juga menjadi penguat semangat dalam menyambut hari-hari besar Islam seperti Idul Adha. Suara takbir mengingatkan bahwa segala kekuatan dan kekuasaan hanya milik Allah SWT, sehingga umat harus selalu rendah hati dan berserah diri kepada-Nya.
Dengan berfokus pada peningkatan ibadah dan ketakwaan selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah, umat Islam diharapkan dapat meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Kesungguhan dalam menjalankan amalan sunnah di masa ini menjadi peluang besar yang tidak boleh disia-siakan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan