Media Kampung – Union Saint-Gilloise harus merelakan gelar juara Belgian Pro League musim 2025-2026 usai gagal meraih kemenangan pada pertandingan krusial melawan Gent, Jumat (22/5) dini hari WIB. Hasil imbang tanpa gol tersebut membuat mereka tertinggal empat poin dari Club Brugge yang memastikan gelar juara untuk ke-20 kalinya setelah bermain imbang 2-2 melawan KV Mechelen.

Musim ini menjadi tantangan berat bagi Union Saint-Gilloise sebagai juara bertahan yang harus berjuang mempertahankan dominasi mereka. Pada babak playoff, klub asal Brussel itu gagal memanfaatkan momentum yang ada setelah hanya mampu bermain imbang melawan Gent, sementara Club Brugge terus menjaga konsistensi performa sehingga posisi puncak klasemen tetap aman dari kejaran rival terdekatnya.

Club Brugge tampil impresif sepanjang musim 2025-2026 dengan lini serang yang sangat produktif. Mereka mencetak 59 gol selama musim reguler dan menambah 27 gol di babak playoff, menjadikan mereka sebagai tim dengan serangan paling tajam di Liga Belgia. Kontribusi besar datang dari dua striker andalan mereka, Christos Tzolis asal Yunani dan Nicolo Tresoldi dari Jerman, yang sama-sama mengoleksi 16 gol sepanjang musim.

Perjalanan Club Brugge menuju gelar juara tidak selalu mulus. Pada Desember 2025, mereka memutuskan memecat pelatih Nicky Hayen karena performa yang kurang memuaskan dan menggantikannya dengan Ivan Leko, pelatih asal Kroasia yang sebelumnya menangani Ghent. Pergantian pelatih ini terbukti tepat dan mampu membangkitkan kembali semangat tim hingga akhirnya meraih kemenangan penting dalam perebutan gelar.

Gelar juara ini mempertegas dominasi Club Brugge di kancah sepak bola Belgia, menjadi trofi kelima mereka dalam tujuh musim terakhir. Prestasi tersebut juga memastikan partisipasi mereka di fase grup Liga Champions musim depan untuk ketiga kalinya secara beruntun, memperlihatkan konsistensi klub dalam kompetisi domestik maupun Eropa.

Di sisi lain, Union Saint-Gilloise yang sebelumnya diunggulkan sebagai juara bertahan kini harus menerima kenyataan sulit. Mereka belum mampu mempertahankan performa terbaiknya pada fase krusial playoff dan harus puas mengakhiri musim tanpa gelar. Hasil imbang tanpa gol melawan Gent menjadi titik balik yang membuat langkah mereka terhenti, sekaligus membuka peluang bagi Brugge untuk mengunci gelar.

Musim ini juga menandai persaingan ketat di Liga Belgia, dengan beberapa klub menunjukkan peningkatan kualitas. Namun, konsistensi dan produktivitas Club Brugge di lini depan menjadi kunci utama keberhasilan mereka mengangkat trofi liga musim ini.

Dengan satu pertandingan tersisa di babak playoff, posisi puncak klasemen yang sudah tidak mungkin dikejar Union Saint-Gilloise menegaskan bahwa gelar juara kali ini menjadi milik Club Brugge. Keberhasilan ini juga menjadi sinyal kuat bagi klub lain bahwa persaingan di Liga Belgia semakin sengit dan menuntut performa maksimal hingga akhir musim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.