Media Kampung – Khutbah Jumat kali ini menekankan pentingnya meneladani persahabatan Nabi Muhammad SAW dengan alam, sebagai wujud kepedulian terhadap seluruh ciptaan Allah.
Ustadz Ahmad Saif, yang menyampaikan khutbah pada Jumat, 24 April 2026 di Masjid Al‑Ikhlas Surabaya, mengingatkan jamaah bahwa bumi adalah amanah yang harus dijaga.
Beliau mencontohkan perilaku Nabi yang selalu menghormati pepohonan, hewan, dan sungai, serta menolak perusakan yang merusak keseimbangan ekosistem.
Dalam riwayat sahih, Nabi SAW pernah memetik buah kurma dengan penuh rasa syukur dan melarang penebangan pohon tanpa kebutuhan yang mendesak.
Ustadz menegaskan bahwa tindakan sederhana seperti menanam pohon, menghemat air, dan tidak membuang sampah sembarangan dapat menjadi manifestasi kasih sayang Nabi.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa Indonesia kehilangan rata‑rata 1,5 juta hektar hutan setiap tahunnya, menambah urgensi pesan lingkungan dalam khutbah.
Sebagai respons, masjid tersebut meluncurkan program “Hijaukan Masjid” yang menargetkan penanaman 500 pohon mangga dan kelapa pada akhir tahun.
Para jamaah diminta berpartisipasi dengan menyumbangkan bibit, tenaga, atau dana, serta memelihara pohon yang telah ditanam selama tiga tahun ke depan.
Ustadz menambahkan, “Setiap daun yang gugur dan setiap aliran sungai yang bersih adalah tanda kepatuhan kita kepada Allah melalui ajaran Nabi.”
Pesan tersebut selaras dengan gerakan global Islam Green yang mendorong umat Muslim mengadopsi praktik berkelanjutan dalam kehidupan sehari‑hari.
Kegiatan penanaman pohon dijadwalkan pada Minggu, 2 Mei 2026, melibatkan lebih dari 200 relawan, termasuk pelajar, karyawan, dan warga sekitar.
Pemerintah kota Surabaya memberikan dukungan berupa penyediaan lahan publik dan peralatan pertanian ringan untuk mempercepat pertumbuhan bibit.
Pengawasan dilakukan oleh tim lingkungan masjid, yang akan melaporkan perkembangan pertumbuhan pohon secara berkala kepada jamaah melalui buletin.
Dengan implementasi nyata ini, diharapkan khutbah Jumat tidak hanya menjadi ceramah, melainkan tindakan konkret yang menginspirasi perubahan positif bagi alam.
Kepedulian terhadap alam juga tercermin dalam penekanan pada penggunaan energi terbarukan di gedung masjid, seperti lampu LED dan panel surya yang diharapkan mengurangi jejak karbon.
Jika komunitas dapat meneladinya, harapan Islam akan terwujud sebagai kekuatan moral dalam mengatasi krisis iklim, sekaligus memperkuat ikatan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan