Media Kampung – Petugas haji Indonesia di Madinah melakukan sosialisasi mengenai sistem sedekah barcode untuk memudahkan jemaah mengakses Raudhah, area khusus di Masjid Nabawi yang disebut sebagai Taman Surga, pada Minggu (10/5/2026). Upaya ini bertujuan mengatasi kendala yang dialami sebagian jemaah dalam menggunakan teknologi untuk mendaftar kunjungan ke Raudhah.
Koordinator Bimbingan Ibadah Sektor 5 Daker Madinah, Miftahul Anwar, menjelaskan bahwa beberapa jemaah menghadapi kesulitan karena keterbatasan perangkat telepon genggam atau kurang mahir menggunakan aplikasi digital. “Ada jemaah yang memiliki ponsel namun tidak bisa mendaftar karena gaptek, bahkan ada yang tidak membawa ponsel sama sekali,” ujarnya.
Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pendaftaran digital melalui aplikasi Nusuk, yang menghasilkan barcode wajib dipindai petugas saat memasuki Raudhah. Tanpa barcode tersebut, jemaah tidak diperkenankan masuk. Alternatif lain pendaftaran menggunakan kartu Nusuk atau tasreh dianggap kurang pasti karena bergantung pada kebijakan pemerintah Saudi.
Untuk memastikan keadilan akses, tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) dari berbagai sektor dan kloter bekerja sama agar semua jemaah mendapatkan kesempatan berkunjung. Miftahul menuturkan bahwa mereka tidak ingin kondisi di mana dalam satu kamar, tiga orang bisa berkunjung beberapa kali sementara satu orang bahkan belum pernah masuk.
Setiap hari, Bimbad memberikan edukasi mulai setelah Ashar hingga pukul 23.00 guna membantu terutama 40 persen jemaah yang berusia lanjut dan mengalami kesulitan menggunakan sistem digital. “Kami membantu mereka agar bisa mengunjungi Raudhah, salah satunya lewat sosialisasi sedekah barcode,” tambah Miftahul.
Konsep sedekah barcode memungkinkan jemaah yang sudah memperoleh kesempatan berkunjung untuk memberikan akses kepada jemaah lain yang belum pernah masuk. Jemaah yang telah menggunakan barcode tidak memakai akun Nusuk-nya sendiri, melainkan mendaftar untuk disedekahkan kepada jemaah lain secara ikhlas.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari para jemaah. Muhammad Subhan, ketua regu kloter 39 asal Solo, mengapresiasi pelayanan petugas yang tidak hanya mengedukasi soal kartu Nusuk tetapi juga mengantar langsung hingga pintu Raudhah. “Sedekah barcode sangat membantu anggota regu kami,” ujarnya.
Langkah sosialisasi sedekah barcode ini menjadi solusi efektif untuk mengatasi kendala teknologi dan memastikan seluruh jemaah Indonesia di Madinah dapat merasakan kesempatan beribadah di Raudhah. Petugas haji akan terus mendampingi dan memfasilitasi agar akses ke tempat suci tersebut dapat merata selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan