Media Kampung – Menjelang perayaan Iduladha, masyarakat disarankan untuk lebih cermat dalam memilih hewan kurban yang sehat dan berkualitas guna memastikan ibadah berjalan dengan maksimal. Pranata Laboratorium Pendidikan Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Sulistyo, turut memberikan panduan terkait hal ini, khususnya untuk sapi, kambing, dan domba.
Selain aspek syar’i, karakter fisik sapi juga menjadi indikator penting. Sapi dengan paha tebal, punggung lebar, dan jarak kaki belakang yang cukup lebar menandakan perototan yang baik sehingga mampu menghasilkan daging lebih banyak. Volume tubuh seperti dada yang dalam dan lebar, badan yang panjang, serta rusuk yang melengkung juga menunjukkan kapasitas produksi daging yang tinggi. Struktur tubuh yang kokoh dengan punggung lurus serta kaki tegak mendukung pertumbuhan hewan secara optimal.
Dr. Sulistyo menambahkan bahwa bobot asli dan Body Condition Score (BCS) harus diperhatikan. Sapi dengan kondisi tubuh sedang hingga gemuk biasanya memiliki persentase karkas sekitar 50 persen dari berat hidup, dengan daging mencapai 30 hingga 35 persen. Jenis sapi juga mempengaruhi hasil daging; sapi Bali lebih efisien meski bobotnya lebih kecil, sementara sapi Simental dan Limousin berpotensi menghasilkan daging dalam jumlah lebih besar.
Untuk kambing dan domba, syarat syar’i juga menjadi titik utama. Kambing minimal berumur satu tahun, sedangkan domba minimal enam bulan atau jadza’ah, dengan kondisi sehat, tidak cacat, dan tidak kurus. Hewan yang memiliki paha besar dan berisi serta tubuh padat biasanya memiliki produksi daging yang baik. Bentuk tubuh yang panjang dan dalam, dada lebar, serta tulang yang tidak menonjol menjadi indikator kualitas yang baik.
Perbedaan karakteristik antara kambing dan domba juga perlu dipertimbangkan. Kambing lebih tahan terhadap cuaca panas, tetapi lebih rentan terhadap penyakit kulit. Sebaliknya, domba lebih tahan terhadap skabies dan lebih cocok dipelihara di daerah dengan suhu dingin.
Dr. Sulistyo mengingatkan agar masyarakat membeli hewan kurban dari penjual yang terpercaya dan memastikan hewan dipelihara dengan baik sebelum dijual. Ia juga menyarankan agar pembeli tidak hanya menilai dari penampilan fisik, melainkan lebih memfokuskan pada kesehatan dan potensi produksi daging hewan kurban.
Dengan menerapkan panduan tersebut, diharapkan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima. Informasi ini disampaikan oleh Humas UNS sebagai bagian dari edukasi masyarakat menjelang Iduladha.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan