Media Kampung – Menag Nasaruddin Umar menegaskan dukungan penuh terhadap Sinergi Pemerintah UNICEF dalam peluncuran program Generasi Emas 2026-2030, dengan menekankan bahwa anak adalah amanah besar.

Peluncuran program kerja sama ini dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas pada tanggal 18 April 2026 di Jakarta, menandai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan anak.

Program ini mengusung tema “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” dan mencakup empat pilar utama: kesehatan, pendidikan, perlindungan, serta partisipasi anak.

Kerjasama dengan UNICEF diharapkan dapat memperkuat kapasitas institusional, memperluas jaringan layanan, serta meningkatkan kualitas data anak di seluruh wilayah Indonesia.

UNICEF akan menyediakan pendanaan teknis, pelatihan sumber daya manusia, serta dukungan dalam monitoring dan evaluasi program selama lima tahun ke depan.

Menag menambahkan, “Anak adalah amanah besar yang harus dilindungi dalam setiap ajaran agama,” menegaskan peran agama dalam memajukan kesejahteraan anak.

Ia menekankan bahwa unsur keagamaan dapat menjadi katalisator efektif untuk menjangkau keluarga di daerah terpencil.

Pemerintah berkomitmen menyalurkan anggaran sebesar Rp 12 triliun untuk program Generasi Emas, dengan alokasi khusus untuk daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.

Anggaran tersebut akan dikelola melalui mekanisme transparan, termasuk laporan publik triwulanan yang dapat diakses oleh masyarakat.

UNICEF akan berkolaborasi dengan kementerian terkait, LSM, serta pemerintah daerah untuk memastikan implementasi yang terkoordinasi.

Program ini juga menargetkan peningkatan angka harapan hidup anak dari 71,5 tahun menjadi 73 tahun pada tahun 2030.

Selain itu, target peningkatan angka partisipasi pendidikan dasar menjadi 98 persen di semua provinsi ditetapkan sebagai sasaran utama.

Strategi intervensi meliputi penyediaan layanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas, serta program imunisasi lengkap.

Di bidang pendidikan, program akan memperluas akses ke fasilitas belajar berbasis digital, terutama di wilayah pedesaan.

Pentingnya perlindungan anak juga ditekankan melalui pendirian unit pencegahan kekerasan anak di tiap kabupaten.

Unit-unit tersebut akan bekerja sama dengan lembaga keagamaan untuk memberikan edukasi nilai moral dan hak anak.

Menag menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral, menyatakan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai tanpa partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Ia juga mengajak para tokoh agama untuk menjadi duta perlindungan anak, mengingat pengaruh mereka yang luas.

UNICEF menyatakan kesiapan mengirim tim ahli ke Indonesia untuk memberikan pelatihan teknis kepada petugas lapangan.

Tim tersebut akan fokus pada metode pengumpulan data berbasis teknologi, guna meminimalisir duplikasi data.

Data yang akurat akan membantu pemerintah mengidentifikasi prioritas daerah yang membutuhkan intervensi segera.

Program Generasi Emas juga mencakup inisiatif penguatan gizi anak melalui program makanan tambahan di sekolah.

Targetnya adalah menurunkan angka stunting nasional dari 27,7 persen menjadi 15 persen pada tahun 2030.

Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan 3 (Kesehatan) dan 4 (Pendidikan).

Pemerintah menyiapkan platform digital terpadu untuk memantau progres program secara real time.

Platform tersebut akan memungkinkan masyarakat mengajukan masukan serta melaporkan permasalahan di lapangan.

Menag menutup pernyataannya dengan optimism bahwa sinergi ini akan menciptakan generasi emas yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa rapat koordinasi pertama antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNICEF telah selesai, dengan rencana aksi konkrit yang akan diluncurkan pada kuartal berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.