Media KampungGP Ansor Cabang Banjar, Kalimantan Selatan, memperingati Harlah Ke-92 dengan serangkaian ziarah ulama, basalamatan, serta aksi bersih lingkungan, menegaskan komitmen spiritual dan sosial anggota serta masyarakat setempat. Acara yang berlangsung pada 22 September 2024 di wilayah Banjar menandai upaya kolektif memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan kehadiran lebih dari 300 kader GP Ansor, tokoh agama, serta perwakilan lembaga pemerintahan setempat di lapangan Masjid Jami’ Banjar. Rangkaian acara direncanakan selama satu hari penuh, mencakup kunjungan ke beberapa makam ulama ternama di daerah tersebut.

Tim ziarah mengunjungi makam Kiai Abdul Hakim dan Kiai Haji Mahmud, dua ulama yang dikenal berjasa dalam penyebaran dakwah di Banjar sejak era 1970-an. Selama ziarah, para kader melakukan bacaan doa bersama, serta menyampaikan salam penghormatan kepada para ulama yang telah tiada.

Setelah ziarah, dilanjutkan dengan basalamatan di lapangan Masjid Jami’ Banjar, di mana seluruh peserta mengucapkan salam damai dan memperkuat ukhuwah antaranggota. Upacara basalamatan diakhiri dengan pembacaan surat Al‑Fatiha secara berjamaah.

Bagian penting acara adalah aksi bersih lingkungan yang difokuskan pada dua wilayah kritis: Sungai Barito di sekitar kawasan pasar tradisional dan area perumahan Pakarangan. Para kader bersama warga setempat mengumpulkan sampah plastik, kertas, dan limbah organik selama tiga jam.

“Aksi bersih lingkungan ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan wujud nyata keimanan yang mengajarkan tanggung jawab terhadap bumi,” ujar Ketua GP Ansor Banjar, H. Ahmad Zainul Arif pada sela-sela aksi. “Kami berharap semangat ini dapat menular ke generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Harlah, yang secara harfiah berarti peringatan hari lahir, telah menjadi tradisi tahunan GP Ansor sejak pendiriannya pada tahun 1931, dengan tujuan memperkuat identitas keagamaan serta solidaritas sosial. Edisi ke‑92 ini menandai lebih dari sembilan dekade keberlanjutan nilai-nilai tersebut.

GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat Banjar, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Melalui program-programnya, GP Ansor berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup serta penanaman nilai-nilai keislaman yang moderat.

Kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, Dinas Lingkungan Hidup, serta LSM lokal memperkuat pelaksanaan aksi bersih lingkungan. Dukungan logistik berupa sarung tangan, kantong sampah, dan transportasi disediakan secara bersama.

Hasil aksi menunjukkan lebih dari 1,200 kilogram sampah berhasil dipilah dan diangkut ke fasilitas daur ulang, mengurangi pencemaran sungai sebesar 30 persen menurut data awal Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, 150 anak muda terlibat langsung dalam kegiatan edukasi pengelolaan sampah.

Respon warga sangat positif; banyak yang menyatakan rasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang menggabungkan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan. Beberapa warga juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dijadikan agenda rutin tahunan.

Ke depannya, GP Ansor Banjar berencana melanjutkan program kebersihan dengan penanaman pohon di sekitar wilayah rawan erosi serta mengadakan pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Penutup acara menegaskan komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan Banjar yang bersih, damai, dan berbudaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.