Media Kampung – Sebanyak 423 tenaga pendukung PPIH Arab Saudi akan diperkuat untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji 2026, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam menyukseskan ibadah.

Rekrutmen tenaga pendukung selesai pada awal tahun 2024, melibatkan lulusan program pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama bersama Kedutaan Besar RI di Riyadh.

Setiap tenaga pendukung ditugaskan di kantor perwakilan PPIH di Jeddah, Mekkah, dan Madinah, serta di titik transit utama di bandara King Abdulaziz.

Mereka akan menangani administrasi, penyuluhan, serta koordinasi logistik bagi ribuan jamaah yang menunaikan ibadah haji pada tahun 2026.

Pelatihan intensif mencakup prosedur medis darurat, penanganan bahasa Arab, serta penggunaan sistem digital untuk pemantauan real‑time.

Program pelatihan tersebut berlangsung selama enam minggu dan melibatkan instruktur dari Badan Penyelenggara Haji serta tenaga medis berlisensi internasional.

Direktur PPIH Arab Saudi, Dr. Ahmad Zainal, menyatakan, “Keberadaan 423 tenaga pendukung akan memastikan setiap jamaah mendapatkan bantuan yang tepat waktu dan profesional selama perjalanan ibadah.”

Kebijakan ini diambil menjelang peningkatan jumlah jamaah haji Indonesia yang diproyeksikan mencapai 210 ribu pada tahun 2026.

Peningkatan jumlah jamaah sebelumnya sempat menimbulkan tantangan dalam hal akomodasi, transportasi, dan penanganan keluhan.

Dengan tambahan tenaga pendukung, diharapkan terjadi penurunan signifikan dalam waktu tunggu pelayanan medis dan administratif.

Kementerian Agama terus memantau kinerja tim PPIH melalui sistem evaluasi berbasis indikator kepuasan jamaah.

Koordinasi antara PPIH, otoritas Saudi, dan operator haji lokal difasilitasi lewat rapat bulanan yang melibatkan perwakilan masing‑masing pihak.

Tenaga pendukung juga diberikan akses ke aplikasi mobile resmi yang memuat informasi jadwal, peta lokasi fasilitas kesehatan, serta layanan darurat 24 jam.

Penggunaan teknologi ini diharapkan mempermudah komunikasi antara jamaah dan tim pendukung, terutama dalam situasi kritis.

Sejak akhir Februari 2025, proses penempatan tenaga pendukung mulai dijalankan, dengan 150 orang telah bertugas di Jeddah dan Mekkah.

Penempatan akhir dijadwalkan selesai menjelang Ramadan 1447 H, memastikan kesiapan penuh menjelang kedatangan jamaah haji pada musim berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.