Media Kampung – Pemerintah Arab Saudi meluncurkan aplikasi Nusuk sebagai solusi digital untuk memperlancar akses layanan haji bagi jemaah dari 126 negara. Inovasi ini hadir di tengah peningkatan jumlah jemaah yang tiba di Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji tahunan.
Hingga pertengahan Mei 2026, lebih dari 860 ribu jemaah tercatat telah memasuki Arab Saudi, dengan mayoritas melalui jalur udara internasional. Selain itu, sekitar 35 ribu jemaah masuk lewat jalur darat dan sekitar 4 ribu lainnya melalui jalur laut selama musim haji berlangsung.
Menteri Haji Arab Saudi, Tawfiq Al Rabiah, menyampaikan bahwa digitalisasi layanan haji melalui aplikasi Nusuk mempercepat proses pelayanan bagi jemaah dari berbagai negara. Sistem ini juga terintegrasi dengan lebih dari 60 lembaga pemerintah di Arab Saudi untuk memastikan kelancaran layanan.
“Sebagian besar layanan kini dapat diakses melalui Nusuk. Integrasi digital mempercepat proses pelayanan jemaah,” ujar Al Rabiah dalam pernyataan resmi di Arab Saudi pada Jumat, 15 Mei 2026.
Aplikasi Nusuk memungkinkan jemaah untuk memesan berbagai layanan perjalanan dan akomodasi secara langsung sebelum keberangkatan. Langkah ini mengurangi ketergantungan pada prosedur manual yang selama ini digunakan dalam penyelenggaraan haji.
Pemerintah Arab Saudi juga bekerja sama dengan lebih dari 30 perusahaan penyedia layanan untuk mendukung sistem digital Nusuk, memperluas pilihan layanan bagi jemaah internasional. Sebanyak 240 ribu jemaah telah menggunakan Inisiatif Rute Makkah, yang membantu mempercepat pemeriksaan dokumen dan proses imigrasi di negara asal.
Selain itu, pemerintah menerapkan Program Haji Tanpa Bagasi di beberapa bandara internasional utama. Dalam program ini, barang bawaan jemaah langsung dikirim ke negara asal setelah mereka kembali, sehingga memudahkan perjalanan dan mengurangi beban jemaah.
Kerjasama dengan 78 negara mitra penyelenggara ibadah haji juga diperkuat untuk menyamakan prosedur pelayanan jemaah dari seluruh dunia. Peningkatan infrastruktur di kawasan suci pun dilakukan, termasuk perluasan fasilitas istirahat jemaah dan pemasangan pendingin udara di Padang Arafah, yang meningkat hingga 100 persen dibanding musim haji sebelumnya.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh inovasi layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah. Pengawasan terhadap praktik haji ilegal juga diperketat melalui kampanye izin resmi yang berlaku secara internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan