Media Kampung – Pusat Studi Muhammadiyah bekerja sama dengan PCIM (Prince Crown Institute of Management) Kerajaan Arab Saudi menggelar diskusi pada Ahad, 26 April 2026 di Yogyakarta untuk memperkenalkan Kalender Hijirah Global Tunggal (KHGT) kepada para kader dan akademisi.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, serta delegasi resmi dari Kementerian Agama Arab Saudi yang mewakili program PCIM.
“KHGT adalah wujud nyata bahwa Islam tetap relevan dan adaptif di setiap zaman dan tempat,” ujar Bachtiar Dwi Kurniawan dalam sambutannya, menekankan pentingnya standar kalender yang bersifat global dan terintegrasi.
Kalender Hijirah Global Tunggal dirancang sebagai sistem penanggalan universal yang menggabungkan data astronomi mutakhir, perhitungan hilal yang terverifikasi, serta sinkronisasi dengan kalender Masehi, sehingga memudahkan umat Islam dalam melaksanakan ibadah secara tepat waktu.
Kerjasama ini juga mencakup pelatihan teknis bagi para ahli Muhammadiyah dalam mengoperasikan perangkat lunak KHGT, serta penyusunan modul edukasi yang akan disebarluaskan ke jaringan pesantren dan sekolah Islam di Indonesia.
Peserta workshop melaporkan peningkatan pemahaman tentang metode observasi hilal modern, sekaligus mengapresiasi dukungan logistik dan pendanaan yang disalurkan oleh Pemerintah Arab Saudi melalui PCIM.
Secara historis, Muhammadiyah telah mengembangkan kalender hijriyahnya sejak era 1930-an, namun KHGT menandai langkah evolusi signifikan dengan mengintegrasikan teknologi satelit dan algoritma AI untuk akurasi yang lebih tinggi.
Penggunaan KHGT diharapkan dapat menjadi model bagi organisasi keagamaan lain di Asia Tenggara, khususnya dalam rangka menyelaraskan perhitungan kalender dengan standar internasional tanpa mengorbankan kearifan lokal.
Ke depan, Pusat Studi Muhammadiyah berencana menyelenggarakan serangkaian seminar regional di Surabaya, Bandung, dan Medan guna memperluas adopsi KHGT serta mengevaluasi dampaknya terhadap praktik keagamaan di tingkat komunitas.
Dengan dukungan PCIM Arab Saudi, inisiatif ini memperkuat jaringan ilmiah Islam dan menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berinovasi demi kemaslahatan umat di era digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan