Media Kampung – Jejak dakwah Nabi Muhammad SAW di Taif masih dapat disaksikan hingga kini, salah satunya melalui Masjid Abdullah bin Abbas dan wahana kereta gantung di Pegunungan Al Hada. Kota Taif, yang terletak sekitar 90 kilometer dari Makkah, menjadi saksi bisu perjuangan Rasulullah saat mencari dukungan setelah tekanan kaum Quraisy semakin kuat.

Masjid Abdullah bin Abbas merupakan destinasi utama bagi jemaah haji dan umrah yang ingin menelusuri sejarah dakwah. Masjid bersejarah ini dibangun pada tahun 592 Hijriah dan mampu menampung sekitar 3.000 jemaah. Daya tarik utamanya adalah ratusan tiang kokoh yang menjulang di dalam masjid, menjadikannya pusat kegiatan keagamaan seperti salat lima waktu, salat Id, seminar, dan kajian.

Masjid ini didirikan di dekat makam Abdullah bin Abbas, sahabat sekaligus sepupu Nabi yang wafat pada tahun 68 Hijriah. Ia dikenal sebagai ahli tafsir Al-Quran dengan kecerdasan luar biasa dan hafalan kuat. Ketua Rombongan Jemaah Umrah asal Sukabumi, Suleman, mengatakan kunjungan ke Taif bertujuan mengenang perjuangan dakwah Rasulullah. “Ziarah ke Taif karena ini adalah kota harapan Rasulullah, di mana beliau mendapatkan intimidasi dan embargo ekonomi,” ujarnya kepada Media Kampung. Ia menambahkan, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas juga untuk mengenalkan sosok sahabat Nabi yang memiliki keluasan ilmu agama.

Selain masjid, wahana kereta gantung di kawasan Pegunungan Al Hada menawarkan pengalaman unik. Dari ketinggian, peziarah dapat melihat jalur setapak berbatu yang dilalui Rasulullah SAW bersama Zaid bin Haritsah saat berdakwah ke Taif pada tahun 619 M, tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah. Perjalanan itu terjadi pada “Tahun Kesedihan”, setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib. Meski ditolak dan diusir oleh penduduk Taif, perjuangan Nabi meninggalkan jejak yang abadi. Kereta gantung ini menempuh jarak sekitar 4,2 kilometer, menjadikannya salah satu sistem kereta gantung terpanjang di Timur Tengah.

Dengan mengunjungi Masjid Abdullah bin Abbas dan menaiki kereta gantung Al Hada, jemaah dapat merasakan langsung semangat dakwah Nabi serta memahami beratnya perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.